Edy Panjaitan Presentasikan Piano Indonesia di Konferensi Musik Klasik di New York

Edy Panjaitan Presentasikan Musik Piano Indonesia di Konferensi Musik Klasik di New York
Edy Panjaitan Presentasikan Musik Piano Indonesia di Konferensi Musik Klasik di New York. (f/ist)

Studi ini meneliti Rapsodia Nusantara secara keseluruhan, dengan perhatian khusus pada tuntutan teknik virtuoso dan artistiknya.

“Saya berpendapat bahwa Rapsodia Nusantara mewakili bentuk nasionalisme pianistik di mana teknik virtuoso dan desain komposisi berfungsi sebagai strategi estetika untuk mengubah repertoar musik Indonesia menjadi literatur piano klasik global. Dengan menganalisis bagaimana unsur-unsur musik tradisional Indonesia diubah dalam kerangka pianistik Barat, studi ini menyoroti kemampuan komposer untuk membangun identitas musik yang unik yang berakar secara budaya dan beresonansi secara global. Penelitian ini berfokus pada pendekatan estetika Sukarlan, mengeksplorasi baik teknik pianistik maupun dimensi komposisi yang mendefinisikan siklus tersebut,” demikian papar Edy Panjaitan di ajang prestisius ini.

Melalui lensa kritis dan interpretatif, tesis ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang repertoar klasik Indonesia sekaligus menawarkan wawasan tentang keahlian komposisi Sukarlan.

“Tesis ini mengusulkan kerangka interpretatif yang dapat bermanfaat bagi pianis, komposer, dan pendidik dalam mendekati karya penting ini,” lanjut Edy Panjaitan.

Leluhur Masyarakat Batak Toba

Dr. Panjaitan menerima Penghargaan Peningkatan Mahasiswa (Student Enhancement Award) untuk melakukan penelitian etnografi tentang ritual penggalian tulang leluhur masyarakat Batak Toba, dengan fokus khusus pada musik gondang sabangunan.

Penelitian etnografi hibrida yang dilakukannya berlangsung di Sianjur Mulamula, sebuah situs leluhur yang memiliki makna budaya dan sejarah yang mendalam.

Ia juga memperoleh sertifikat sebagai konduktor (dirigen) pascasarjana di bawah bimbingan Profesor Jose Rocha.

Dr. Panjaitan menampilkan perdana album debutnya, Odyssey, dalam resital piano solo dan mempersembahkan pemutaran perdana dunia komposisi instrumental etnik orisinalnya, Bonapasogit, di Festival New Music Pellegrini dan Konferensi dan Festival Seni Global Internasional.

Dr. Panjaitan telah menerima kelas master dan bimbingan dari pianis dan pendidik ternama internasional, termasuk Lilya Zilberstein, Ewa Pobłocka, Rena Shereshevskaya, Elena Margolina-Hait, Michal Tal, Sondra Tammam, Fei-Fei Dong, dan Ananda Sukarlan.

Edy Panjaitan menulis di Instagramnya : “am deeply honored and excited to present my newest research, the complete set of 44 piano works from Rapsodia Nusantara, the monumental masterpiece by Indonesian Maestro, Ananda Sukarlan at this conference. The American Musicological Society Greater New York Chapter has been an inspiring and supportive community for both scholars and artists.”

Para intelektual musik yang berpartisipasi menampilkan presentasi mereka selain Dr. Panjaitan adalah Tristan Wilson (pemain viola, komponis dan musikolog dari Detroit, Michigan), Joseph S. Kaminski (College of Staten Island), Dr. Juliet Pascal Glazer (Boston College), MyungJin Oh (Rutgers University) dan Carol Kitzes Baron (SUNY Stonybrook). (*)

Pos terkait