Ayonusa.com – Sebanyak 396 siswa baru SMAN 1 Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengikuti sosialisasi, edukasi, hingga simulasi bencana dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun 2026.
Pada kegiatan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumbar mengerahkan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Bidang Kedaruratan, dan personel Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB).
“Sangat bermanfaat sekali, karena edukasi ini mengajarkan kita dan mengingatkan kembali tentang pentingnya pengetahuan mengenai bencana serta cara evakuasi mandiri,” kata Puan Maharani, siswa baru SMAN 1 Padang usai simulasi, Rabu (15/7).
Tak hanya itu, ia juga mengakui banyak pengaletahuan tentang kebencanaan yang didapatkan, termasuk 14 jenis ancaman bencana yang ada di Sumbar. “Jadi kita semakin banyak tahu, salah satunya ternyata evakuasi pakai kendaraan itu tidak diianjurkan saat tsunami,” ujarnya.
Ketua MPLS SMAN 1 Padang, Ayyuda Hamida mengatakan kegiatan kesiapsiagaan atau mitigasi bencana memang masuk dalam peraturan MPLS tahun 2026. Terlebih lagi wilayah Sumbar, khususnya Kota Padang sangat rawan bencana, baik banjir, gempa, hingga tsunami.
Dengan alasan itu, menurutnya sangat penting kegiatan mitigasi berupa edukasi dan sosialisasi ini dilakukan bagi siswa baru. “Makanya kami memilih BPBD sebagai pemateri, karena kami nilai sangat kredibel, karena kami ingin dapat informasi yang benar-benar valid,” terangnya.
Sebelumnya, tim BPBD Sumbar memberikan edukasi dan sosialisasi tentang beragam jenis bencana yang ada di Sumbar. Tak hanya itu, tim juga memberikan ltips langkah-langkah evakuasi, dan dilanjutkan simulasi sederhana.
“Kegiatan ini salah satu implementasi program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPBA), dan ingin sangat tepat dilakukan bagi siswa baru di masa MPLS,” ucap Fachrul Rozi Ramadhan, Bidang Kedaruratan BPBD Sumbar usai kegiatan. (**)