Keynote Speaker Bimtek Guru Wali SMA, SMK dan SLB, Muhidi Tekankan Pentingnya Menyiapkan generasi Emas 2045

Ayonusa.com – Perkembangan zaman membawa perubahan besar pada dunia pendidikan, baik dari segi metode mengajar, peran guru, hingga tantangan yang dihadapi peserta didik.

Perubahan yang begitu cepat, metode mengajar dan peran guru harus disesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga tidak mengalami ketertinggalan dalam meningkatkan kualitas SDM.

Kondisi inilah yang ditangkap oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, sehingga menjadi peluang strategis dalam merubah mindset guru dalam mengajar.

Bacaan Lainnya

Peran guru dalam menghadapi disrupsi, dituntut tidak sekedar menyampaikan materi pelajaran juga bertindak sebagai fasilitator, mentor, dan pembimbing karakter.

Poin penting tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi pembicara utama (keynote speaker) pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Wali SMA, SMK dan SLB di salah satu hotel di Kota Padang, Kamis (15/10/2026).

Muhidi menyebutkan, guru memiliki posisi strategis untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Pendidik bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan. Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik, membangun karakter dan adab mereka, serta mengolah ilmu menjadi kompetensi yang memberikan manfaat,” ujar Muhidi.

Muhidi mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dicapai jika guru bekerja sendirian.

Sinergi antara pihak sekolah, orang tua, dan masyarakat keberhasilan pendidikan dan menjadi kunci utama dalam mengawal tumbuh kembang anak secara optimal.

Keberhasilan tersebut harus dibekali kombinasi kecerdasan akademik, kekuatan iman, dan akhlak mulia.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, Monika Nur mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka meningkatkan kompetensi dan kapasitas Guru Wali pada satuan pendidikan menengah dan pendidikan khusus, khususnya dalam melaksanakan pendampingan peserta didik, pemenuhan hak-hak siswa, penguatan karakter, serta pencegahan dan penanganan berbagai permasalahan peserta didik di lingkungan sekolah.

Kegiatan dilaksanakan tiga angkatan yang berlangsung selama tiga hari, yaitu Rabu (14/10/2026 hingga Jum’at (16/10/2026). ( (MR)

Pos terkait