Ada Pelatihan Vokasional di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor

Pelatihan Vokasional di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor
Pelatihan Vokasional di Sentra Terpadu Inten Soeweno Bogor. (f/humas)
Pelatihan berlangsung selama tiga bulan. Untuk gelombang kali ini mulai 8 Maret hingga 7 Juni 2004.
Selama pelatihan, para peserta tinggal di STIS dan dipenuhi segala kebutuhannya termasuk kebutuhan makan dan tempat tinggal. Bahkan biaya transportasi dari tempat tinggal menuju STIS Bogor semuanya dijamin Kemensos.
Mengenai tenaga pelatih atau instruktur, semuanya merupakan tenaga professional di bidangnya yang memiliki sertifikat kepelatihan. Adapula aparatur sipil negara (ASN) yang sudah pensiun, karena keahliannya sangat dibutuhkan maka diberdayakan kembali untuk memberikan pelatihan.
Khusus untuk vokasional contact center, menjalin kerja sama dengan Indonesia Contact Center Association (ICCA).
Melalui pelatihan vokasional ini, para peserta yang merupakan penyandang disabilitas memiliki keterampilan yang menjadi bekal berharga untuk hidupnya. Hal ini sudah terbukti hasilnya.
Dari beberapa kali penyelenggaraan pelatihan, lulusannya ada yang menjadi karyawan instansi pemerintah dan swasta maupun menjadi pengusaha.
Seperti disampaikan Resti Aprilaini (25) penyandang disabilitas fisik yang tinggal di Cikarang, Kabupaten Karawang. Ia mengikuti pelatihan vokasional contact center karena ingin bekerja di perusahaan.
“Saya aslinya pendiam. Sekarang selama mengikuti pelatihan, setiap hari dilatih untuk mahir berbicara. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang, karena saya ingin meraih kesuksesan dengan bekerja di perusahaan,” ujarnya penuh semangat.
Hal serupa disampaikan Muhamad Rio (25) penyandang disabilitas netra low vision asal Brebes, Jawa Tengah. Ia mengikuti pelatihan vokasional komputer. Rio mengakui ada kendala penglihatan dalam mengikuti pelatihan.
Namun dengan tekad dan semangatnya yang tinggi, ia yakin bisa mengatasi berbagai kendala yang dihadapi tersebut sehingga bisa meraih kesuksesan.
“Di rumah sudah ada usaha printer dan aksesoris handphone. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini, kemampuan di bidang komputer saya semakin bertambah sehingga bisa diterima bekerja di perusahaan. Kalaupun tidak, usaha yang sudah dijalani di rumah bisa semakin berkembang,” ujarnya bersemangat dan penuh harapan.
(*)

Pos terkait