AYONUSA.COM – Pengamat sekaligus Analis Kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies atau ISESS Bambang Rukminto, menilai pernyataan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana tak tegas soal menyikapi kasus pemerasan oknum Polisi terhadap WNA di konser Djakarta Warehouse Project (DWP).
Menurut Bambang, pernyataan minta maaf Menpar terkait pemerasan oknum Polisi terhadap WNA di konser DWP oleh personel Kepolisian tak bisa memperbaiki citra wisata Indonesia secara instan.
“Temuan Rp.2,5 M di rekening pelaku pemerasan oleh Divpropam Polri bisa jadi secara kwantitas kecil, tapi tak sebanding dengan kerugian dengan biaya promosi wisata untuk menarik wisatawan asing,” kata Bambang kepada wartawan di Jakarta, pada Jumat 27 Desember 2024.
Ia menegaskan bahwa Menteri Pariwisata harusnya menjelaskan kerugian yang disebabkan aksi pemerasan oleh kelompok Polisi tersebut.
“Dan tak menutup kemungkinan meminta pertanggung jawaban Kapolri atas kerugian yang ditimbulkan anak buahnya,” tegas Bambang.
Sebelumnya, Menpar hanya memberikan tanggapan normatif terkait apresiasi terhadap investigasi Kepolisian terhadap kasus ini.
“Kemenpar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Polri khususnya Divisi Propam Polri yang telah bergerak cepat bertindak menginvestigasi insiden ini dan telah mengamankan 18 oknum aparat polisi terduga pelaku,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam keterangan resminya di Jakarta (23/12/2024).* (rls/eky)
