Jangan Lakukan Hal Ini dalam Investasi
Meskipun demikian, investasi yang dilakukan di ponsel pun bisa rugi juga. Contohnya saja deposito di bank BPR yang dikoar-koarkan para Youtuber, karena limit bunga tinggi dari jenis deposito lain.
Namun kenyataannya, setiap tahun selalu ada Bank jenis BPR yang tutup karena berbagai alasan.
Entah sebab tim internal yang tidak jujur, macetnya kredit atau lainnya meskipun jaminan uang ditanggung LPS dengan nominal di bawah 2 M.
“Nasabah hanya bisa mengambil duitnya 500rb per hari dan dibatasin 100 antrian saat bank BPR bangkrut, kalau anda punya deposito 50 juta, bakal butuh 3 bulan lebih untuk menarik duit anda.
Itupun kalau setiap hari ikut antri,” tulis pengguna Qoura Rofiqul Huda.
“Investor yang sukses bukan karena sering katakan YA tapi harus lebih sering katakan TIDAK karena harus ada evaluasi terkait pemilihan dengan resiko paling sedikit agar kemungkinan gagalnya lebih kecil,” ujar Bennix.
Terakhir saran dari Bennix yaitu dalam berbisnis bersama banyak orang, setiap pihak yang terlibat harus menaruh uang mereka sebagai investor untuk menunjukkan kecintaan mereka terhadap bisnis yang diusahakan.
Apa yang Harus Investor Lakukan?
Kesimpulan yang dapat diambil dari keterangan di atas yaitu kamu sebagai investor, jangan serakah dalam pembagian saham. “Ambil 30% aja,” kata Youtuber Bennix lagi dalam keterangannya.
“Jangan ambil resiko invest di perusahaan baru di bawah 3 tahun, lebih baik ke perusahaan yang sudah bertumbuh. Jika mengharuskan invest ke Start Up maka orang yang menjalankan juga harus invest,” jelasnya.
Jadi kebanyakan kasus penipuan investasi bermula dari orang yang dikenal yang mengajak kita buat sumbang uang, tapi dia sendiri tidak menetapkan pembagian saham serta melakukan investasi juga.
