Ayonusa.com – Dua bulan pasca bencana terjadi, warga terdampak bencana membutuhkan perbaikan irigasi, aliran sungai, perbaikan/pembangunan jalan, jembatan, sawah dan ladang, termasuk hunian tetap (huntap) dalam rangka percepatan pemulihan, pasca bencana.
Kebutuhan tersebut disampaikan warga terdampak bencana di Batu Busuk dan Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) langsung kepada Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman saat melaksanakan kegiatan reses di Hunian Sementara (Huntara) Mandiri Kepalo Koto, Pauh, Jumat (6/2).
Warga terdampak berharap perbaikan dapat dilakukan karena hal itu merupakan kebutuhan mendesak untuk bisa kembali hidup normal.
Warga merasakan bagaimana sulitnya akses keluar karena jembatan putus. Bahkan untuk keperluan mendesak seperti anak anak pergi ke sekolah.
Kalau tidak menyeberangi sungai, anak-anak terpaksa memutar jalan yang cukup jauh untuk sampai ke sekolah. Ada juga jalan yang hilang, yang merupakan akses ke banyak sekolah, seperti SMA 9, SMP 14, SMP 23, SMP 44.
“Anak-anak pergi ke sekolah terpaksa jalan menyeberangi batang sungai, Pak. Dulu ada jembatan, tapi sudah hilang terbawa banjir bandang. Kalau belum bisa jembatan seperti dulu, tolong buat jembatan darurat dulu, biar mudah anak anak ke sekolah,” ujar salah seorang warga Batu Busuk.
Hal terkait penanggulangan pasca bencana tersebut mewarnai sebagian besar aspirasi masyarakat yang disampaikan pada
Pertemuan dengan masyarakat tersebut merupakan kegiatan masa reses DPRD Sumbar.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Evi Yandri menyatakan komitmennya untuk mengakomodir aspirasi yang disampaikan warga terdampak bencana, karena merupakan usulan prioritas yang menjadi kebutuhan warga.
Guna memastikan usulan yang disampaikan diakomodir dan diperjuangkan sesuai kewenangan dan ketersediaan anggaran, Evi Yandri membawa serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) ke lokasi.
Evi Yandri mengatakan, pembangunan jembatan permanen akan dilakukan kembali.
“Sebelum jembatan permanen dibangun, kita usahakan secepatnya dibuat jembatan darurat dulu. Setidaknya bisa dilalui jalan kaki atau motor,” kata Evi Yandri.
Evi Yandri memastikan, pembangunan jalan akan dilakukan kembali. Jika tidak menggunakan dana pusat, akan diupayakan melalui dana provinsi.
Sementara itu sejumlah masyarakat lainnya mempertanyakan bantuan untuk sawah yang terdampak banjir.
Evi Yandri menjelaskan, pemerintah telah menyediakan bantuan untuk sawah yang terdampak dan datanya sudah masuk dan tengah diverifikasi.
Begitu juga dengan rumah yang rusak, bantuannya disesuaikan dengan kategori kerusakannya.
Terkait pembangunan Huntap, Evi Yandri meminta RT/RW dan lurah mendata dan memverifikasi sebaik mungkin.
“Pendataan ini sangat penting untuk mengantisipasi permasalahan dikemudian hari,” katanya lagi.
Evi mengatakan sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut ada yang kewenangan Pemerintah Kota Padang atau pemerintah pusat bukan kewenangan pemerintah provinsi.
“Tapi itu tidak masalah. Akan saya koordinasikan dengan pemerintah pusat dan Kota Padang sampai terlaksana. Yang jelas ibu dan bapak mesti kooperatif, dukung dan bantu pembangunannya, jangan dipersulit apalagi diganggu. Jika selesai kan lingkungan kita juga yang aman, kita juga yang untung,” tuturnya.
Evi Yandri menjelaskan, warga terdampak bencana diupayakan bisa beraktivitas normal seperti biasa. Upaya itu dilakukan melalui program bantuan dan pelatihan sehingga ekonomi mereka bangkit kembali.
Sejumlah program bantuan dan pelatihan tersebut, seperti bantuan ternak, pakan dan benih ikan. Sementara program pelatihan yaitu, pelatihan membuat kue dan pelatihan menjahit, melalui program Evi Yandri untuk mencari tambahan penghasilan.
“Mari kita atur langkah kita kembali, perbaiki lagi ekonomi masing-masing selagi pemerintah mengupayakan secepatnya perbaikan infrastruktur,” kata Evi.
Kegiatan reses Wakil Ketua DPRD Sumbar, Evi Yandri Rajo Budiman di Huntara mandiri Kepalo Koto, Pauh tersebut dihadiri 200 warga terdampak bencana. (*)








