Dikatakan Doni Ikhlas, peluang pariwisata kita sangat besar, namun harus diakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu disikapi secara serius, sementara itu tantangan yang perlu kita jawab bersama adalah infrastruktur penunjang wisata yang perlu ditingkatkan, kualitas agar memadai, fasilitas umum yang belum cukup tersedia seperti parkir, dan ruang publik lainnya.
Diperlukan peningkatan SDM Pariwisata dalam hal pelayanan dan pengelolaan destinasi, dan minimnya event wisata berskala nasional dan internasional yang berkelanjutan yang tentunya perlu bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pusat.
Belum adanya komitmen bersama masing-masing pemangku kepentingan (Commitment CEO) dalam penegakan hukum pariwisata, sehingga inklusivitas belum terwujud dan tentu berdampak pada optimalnya pendapatan pajak dan retribusi juga berdampak pada sistem karena bekerja secara partial sehingga dirasakan ada yang mau pendapatan sedangkan yang lain diam memandang saja.
“Padahal kita harus menegakkan aturan dan komitmen tanpa pandang bulu (equality before the law). Karena tujuan pajak dan retribusi adalah dari masyarakat dan kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan fisik maupun non fisik.

“Jika kita mampu mengoptimalkan peluang dan mengatasi tantangan secara bersama, maka saya yakin Kabupaten Limauluh Kota akan menjelma sebagai daerah wisata unggulan di Sumatera Barat yang maju, mandiri dan mensejahterakan,” sebut Politisi Golkar itu.
Ditambahkan Doni Ikhlas, hari jadi ini bukan hanya pengingat atas panjangnya sejarah daerah kita, tetapi juga menjadi refleksi tentang bagaimana kita sebagai generasi penerus harus membawa Limapuluh Kota ke arah yang lebih maju, berdaulat dan bermartabat.
“Kita sambut tahun baru ini dengan semangat baru, karena kebersamaan dengan peringatan hari jadi daerah kita yang dipimpin resmi oleh Bupati dan wakil Bupati yang baru saja menjalankan tugasnya dan atas nama DPRD Limauluh Kota, Kami menyampaikan dukungan sepenuhnya kepada kepemimpinan baru ini, dan Kami percaya dengan kerja sama yang baik antara Eksekutif dan Legislatif serta dukungan masyarakat berbagai cita-cita pembangunan akan bisa kita wujudkan bersama.
Di usia yang ke-184 ini, Kabupaten Limapuluh Kota menyimpan potensi besar yang jika dikelola dengan baik akan menjadi sumber kemajuan daerah dan DPRD sebagai mitra strategis daerah akan senantiasa mendukung dan mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berpihak kepada rakyat.

“Kami percaya dengan kolaborasi yang harmonis, Kabupaten Limapuluh Kota akan menjadi daerah yang maju, mandiri, religius dan berdaya saing tinggi di Sumatera Barat bahkan nasional. Mari kita jaga semangat “Saciok bak ayam, Sadanciang bak basi” dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di daerah kita tercinta ini,” tutup Doni.
Dalam pidatonya, Bupati Safni menegaskan pentingnya perubahan paradigma pembangunan yang menitikberatkan pada kolaborasi lintas sektor. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat pemerintah, swasta, akademisi, dan generasi muda untuk bersama-sama membangun daerah yang bermartabat, maju, dan berkelanjutan.
“Transformasi adalah sebuah keharusan. Jika kita tidak berubah, maka kita akan tertinggal,” ujar Safni di depan pimpinan dan anggota DPRD serta puluhan masyarakat yang hadir.
Ia juga menekankan bahwa kemajuan fisik harus dibarengi dengan pelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau agar identitas lokal tetap menjadi pijakan dalam setiap langkah pembangunan.
(Adv)
#Pariwara DPRD Limapuluh Kota








