Ayonusa.com – Insan kebencanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) melibatkan semua Pentahelix dalam kegiatan Gladi Bencana Gempa dan Tsunami di Kota Pariaman akhir September 2026.
Kegiatan ini direncanakan akan diikuti 1000 lebih peserta, teridiri dari siswa, kelompok siaga bencana (KSB), organisasi perangkat daerah (OPD), TNI-Polri, relawan kebencanaan, hingga masyarakat setempat.
“Kita merencanakan pesertanya 1000 lebih. Jadi kita juga berharap semua pentahelix juga berpartisipasi menyukseskan gladi ini,” kata Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Erasukma Munaf pada Jumat, (3/9).
Ia mengungkapkan, Gladi Gempa dan Tsunami ini digelar untuk penguatan kapasitas masyarakat di Kota Pariaman. Tak hanya itu, kegiatan ini juga meningkatkan kesiapsiagaan di enam pesisir pantai wilayah Sumbar lainnya, agar makin siap menghadapi ancaman megathrust yang diprediksi para ahli.
“Semua peran nanti dimainkan seolah-olah bencana itu benar-benar terjadi. Kita memang gak menginginkan ini terjadi, tapi para ahli memprediksi megathrust ini sudah masuk periodenya melepaskan,” ujarnya.
Kendati gempa dan tsunami tidak bisa dicegah atau tidak bisa dipastikan waktu terjadinya, menurutnya semua pihak harus berupaya melakukan pengurangan risiko dan korban. Salah satunya mitigasi dalam bentuk gladi atau simulasi.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbar, Rezky Hidayat menambahkan kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Tahun Sumbar, refleksi 17 Tahun Gempa Padang 2009, serta 100 Tahun Gempa Padang Panjang.
“Dengan adanya kegiatan ini, semua pihak atau kita yang terlibat semakin tahu fungsi, siapa dan apa yang akan dilakukan,” jelasnya di hadapan perwakilan organisasi atau lembaga yang hadir saat rapat di Kantor BPBD Sumbar. (*)
