Ayonusa.com – Hari Jadi Sumatera Barat ke 81 yang diperingati 1 Oktober 2026 ini momentum bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk introspeksi diri bagaimana agar lebih tangguh dalam menghadapi bencana.
Hal tersebut disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Nofrizon usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sumbar salam Rangka Hari Jadi Sumatera Barat ke 81 Tahun 2026, Kamis (1/10/2026).
Sesuai tema yang diusung “Sumbar Tumbuh, Sumbar Tangguh” sebut Nofrizon Pemerintahan Provinsi Sumbar, harus merangkul semua komponen dan stakeholder terkait, baik di daerah, provinsi maupun pusat.
Koordinasi dan komunikasi sangat penting, karena daerah sangat membutuhkan anggaran untuk penanganan pascabencana.
Namun, Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Sumbar ini menyayangkan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD) diduga ada yang diperuntukkan tidak sesuai peruntukkannya.
Ia menyebutnya, wilayah Sumbar yang rawan bencana, selain butuh intervensi pemerintah pusat, juga butuh anggaran yang tidak sedikit.
“Dana TKD itu seharusnya kan lebih difokuskan dalam penanganan bencana. Akan tetapi anggaran tersebut ada yang dipergunakan diluar penanganan pascabencana,” ujar Nofrizon.
Melihat kondisi wilayah Sumbar yang rawan bencana, dibutuhkan kerjasama untuk membangun daerah yang tangguh terhadap bencana. (MR)
