Loncat ke konten
Terbaru
DPRD Sumbar Gelar RDP Bahas Permasalahan Tenaga Kerja di Sumbar Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran SPBU melalui Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) DPRD Sumbar Tetapkan Usul Prakarsa Dua Ranperda Strategis Pansus DPRD Tanah Datar Konsultasi Pembahasan LKPJ ke DPRD Sumbar Diberhentikan Sekolah, Khairuddin Simanjuntak Temui Dua Siswa dan Tanggulangi Biaya Sekolah 
Beranda Berita PLN Bangun Ekonomi Kerakyatan melalui Program Co-Firing Biomassa

PLN Bangun Ekonomi Kerakyatan melalui Program Co-Firing Biomassa

Ayonusa Com
12 Agustus 2024306 Dilihat

Ayonusa.com – PT PLN (Persero) berpartisipasi aktif dalam gelaran Festival LIKE 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta Convention Center, Jumat 9 Agustus 2024.

Pada gelaran ini PLN menampilkan showcase akselerasi ekonomi kerakyatan dalam transisi energi lewat pemanfaatan biomassa dalam program co-firing di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa lewat program co-firing, PLN mendorong terciptanya ekosistem kerakyatan karena masyarakat juga diajak terlibat aktif dalam penyediaan bahan baku biomassa untuk co-firing.

“Program co-firing tidak hanya menjadi program transisi energi, namun juga akan menggerakkan roda perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Darmawan.

PLN telah mengembangkan biomassa sebagai bahan baku substitusi pengganti batu bara untuk PLTU. Ekosistem penyediaan biomassa ini telah dibangun secara end to end berbasis keterlibatan masyarakat.

Direktur Transmisi dan Perencanaaan Sistem PLN Evy Haryadi menyampaikan hingga tahun 2023, terdapat 46 PLTU yang telah menjalankan program co-firing dengan total penggunaan biomassa mencapai 1 juta ton dan mampu memproduksi listrik sebesar 1,04 terrawatt hour (TWh). Program ini pun dinilai mampu menurunkan emisi sebesar 1,05 juta ton CO2e sepanjang tahun 2023.

“Kami akan terus kembangkan program co-firing ini. Kami ingin membangun kolaborasi dan semakin banyak masyarakat yang terlibat,” ucap Evy.

Hingga tahun 2025, PLN menargetkan program co-firing bisa dilakukan pada 52 PLTU dengan kebutuhan biomassa mencapai 10 juta ton dan mampu menurunkan emisi sebesar 11 juta ton CO2e per tahun.

“Untuk itu, kami sangat terbuka dan siap berkolaborasi dengan masyarakat menyiapkan biomassa untuk kebutuhan program co-firing ini,” tambah Evy.

Dengan kebutuhan yang ada, PLN menilai program ini akan melibatkan secara aktif 1,25 juta masyarakat dengan nilai ekonomi mencapai Rp9,43 triliun.

Adapun jenis biomassa yang telah digunakan PLN di antaranya adalah limbah replanting, tanaman kaliandra merah, gmelina, gamal, indigofera, sekam padi, tandan kosong, hingga limbah agroforestri.

(*)

Festival LIKEProgram Co-Firing Biomassa
Sebarkan

Navigasi pos

Pos sebelumnya KPU Purwakarta Tetapkan Daftar Pemilih Sementara Sebanyak 739.638 Orang pada Pilkada 2024
Pos berikutnya Kandidat Doktor Jebolan Australia Faruq Ibnul Haqi Ramaikan Pilwakot Tegal

Pos terkait

  • DPRD Sumbar Gelar RDP Bahas Permasalahan Tenaga Kerja di Sumbar

  • Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Perkuat Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran SPBU melalui Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD)

  • Pansus DPRD Tanah Datar Konsultasi Pembahasan LKPJ ke DPRD Sumbar

  • Diberhentikan Sekolah, Khairuddin Simanjuntak Temui Dua Siswa dan Tanggulangi Biaya Sekolah 

  • Pertamina Patra Niaga Sumbagut Bersama DPR RI dan BPH Migas Tinjau SPBU di Riau, Perkuat Sinergi Jaga Kelancaran Distribusi BBM

  • DPRD -Pemprov Sumbar Sepakat Tetapkan Perda Penyertaan Modal PT Jamkrida

Tambahkan Komentar
  • Redaksi
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Jaringan Social

  • RSS
Versi Non AMP
Copyright @ 2026 Ayonusa.com - Mjnews.id Group. All right reserved
  • Beranda
  • Ekonomi
  • Sumbar
  • Politik
  • Otomotif
  • Olahraga
  • Nasional
  • Olahraga
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Teknologi
Exit mobile version