Pada 2024, angka stunting tercatat sebesar 19,8%, dan ditargetkan turun menjadi 11% pada 2029. Program ini juga diharapkan mampu memperluas akses gizi dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua HAKLI, Arif Sumantri, menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendagri. Ia menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara HAKLI, AKKOPSI, dan Bappenas dalam meningkatkan peran tenaga sanitasi lingkungan.
“Sanitasi bukan hanya soal infrastruktur. Ini menyangkut keselamatan generasi. Makanan yang sehat dan aman adalah jembatan keberlanjutan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tenaga sanitasi lingkungan perlu dilibatkan secara aktif untuk mengawasi dan membina tempat pengolahan pangan di berbagai daerah.
HAKLI juga berencana menjadikan gerakan ini sebagai kegiatan tahunan yang tidak hanya mendorong perbaikan sanitasi pangan, tetapi juga sebagai dasar penilaian dan pemberian penghargaan bagi kepala daerah yang berprestasi.
Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri oleh perwakilan dari sejumlah instansi, antara lain: Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI), Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI), Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Badan Gizi Nasional (BGN), Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), International Federation of Environmental Health (IFEH) Malaysia, Malaysian Association of Environmental Health (MAEH) Malaysia, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas.
(*)
