Ayonusa.com – Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pencanangan Nasional Gerakan Pembinaan Tempat Pengolahan Pangan Laik Higiene Sanitasi (PN-GTPP-LHS) yang digelar beberapa waktu lalu di Hotel Alana, Yogyakarta.
Gerakan ini bertujuan memastikan bahwa makanan siap saji yang diberikan kepada anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok prioritas lainnya diolah dari tempat yang bersih, aman, dan memenuhi standar sanitasi. Hal ini sejalan dengan misi pemerintah dalam menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Program MBG adalah program nasional yang tidak bisa dijalankan oleh pemerintah pusat saja. Pemerintah daerah punya peran penting, mulai dari memastikan data penerima yang akurat, membangun fasilitas pelayanan gizi, sampai menjaga keamanan pangan yang disajikan,” ujar Dirjen Bina Bangda, Restuardy Daud, dalam keterangannya yang diterima Redaksi, Senin (28/7/2025).
Kemendagri, lanjutnya, telah mengambil sejumlah langkah konkret untuk memperkuat peran daerah, antara lain melalui:
Surat Edaran Mendagri No. 900.1.1/640/SJ (11 Februari 2025) tentang integrasi Program MBG ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Surat Edaran No. 500.12/2119/SJ (22 April 2025) tentang dukungan penyediaan lahan untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Surat Edaran No. 400.5.7/4072/SJ (25 Juli 2025) tentang pembentukan Satgas Percepatan Penyelenggaraan Program MBG di daerah.
Program MBG merupakan visi strategis Presiden dan Wakil Presiden terpilih yang juga tertuang dalam buku Paradoks Indonesia.
Tujuan utamanya adalah mengatasi ketimpangan, menurunkan angka kemiskinan, dan mencegah stunting.
