3. Reksadana Pasar Uang
Metode investasi di Reksadana Pasar Uang yaitu, dimana dana kita dititipkan dan dikelola oleh manajer investasi yang nantinya ditaroh di deposito atau pun pasar uang lainnya/
Kelebihannya tentu saja, return tahunannya lebih besar dari deposito bank konvensional. Kalau mau menikmati hasilnya, kamu harus jual unit dahulu.
Sementara kekurangannya yaitu ada fee management dan pendanaanmu tidak dijamin LPS.
4. SBN Retail
Surat Berharga Negara Retail menghadirkan tenor dengan jangka pendek dan menengah, ada 4 jenis yaitu ORI (Obligasi Negara Retel) dan SR (Sukuk Ritel) serta ST (Sukuk Tabungan) hingga SBR (Savings Bond Ritel).
ORI dan SR imbalan return nya tetap, bahkan bisa diperjualbelikan seluruhnya. Sementara SBR serta ST bersifat floating rate dengan suku bunga bersaing, namun tidak bisa diperjualbelikan seluruhnya.
Karena SBR dan ST bisa dicairkan sebagian setelah 1 tahun dipegang, keunggulan SBN yaitu aman dan dijamin negara dan dapat kupon bulanan. Tapi jatuh temponya lama yaitu 2-3 tahun.
Sehingga, akan ada kemungkinan rugi saat dijual. Apalagi, tidak bisa dijual sewaktu-waktu sebab harus menunggu penawaran dulu.
5. Obligasi FR
Intrumen investasi berupa Surat Utang Negara yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia dengan kupon bersifat tetap, dibayar setiap bulan hingga jatuh tempo.
Tenor nya lebih panjang lagi yaitu 10-20 tahun, keunggulannya aman dan dijamin negara. Bahkan, return per tahunnya bisa 7%.
Tapi kekurangannya yaitu kupon 6 bulan sekali dibagikan, tapi tidak ada kemungkinan kamu untung jika jual sebelum jatuh tempo.
