Sementara itu, Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, harusnya panen pada Januari-Maret namun beralih pada Maret-Mei.
“Sehingga barangnya langka dan sulit, maka harganya (beras) naik. Itu kira-kira sebabnya beras premiun lokal,” katanya.
Mendag menambahkan, cara pemerintah mengatasinya pihaknya membanjiri pasar dengan SPHP atau beras Bulog yang disubsidi.
“Selain itu pemerintah menggelar operasi pasar di sejumlah daerah agar warga dapat membeli beras,” katanya. (*)
