365 TAHUN MENYUSURI SUNGAI KELAPARAN
365 tahun sudah
aku menyusuri sungai kelaparan
teramat dalam
sampai menggelepar
mata airnya
sangat pahit
mengalir deras
ke muara air mata
terkadang berdarah-darah !
dari hulu ke hilir
hanya kutemukan
kejinya kehidupan
bahkan hari ke hari
hanya menghitung
pecahan matahari
jadi mata uang palsu
lalu dibawa berenang
sampai ke ujung bebatuan sungai kematian
tiba gelisah
ke pintu luar
lautan berombak
365 tahun sudah
aku menyusuri sungai kelaparan
mengikuti suara percikan air hidup
mengampuni tulang-tulang kering
dari dosa turunan
warisan nenek moyang pertama di bumi ini
sejak pagi buta
sepanjang musim pancaroba
bertapa sunyi kemarau
untuk andalkan panggilan ilahi
seperti akar-akar pohon
ditanam di tepi batang air
kuhirup daunnya yang makin menghijau
kukupas buahnya yang terus tumbuh
bukan dalam tumpukkan daging
melainkan tetap berlari sekencang-kencangnya
dalam roh dan kebenaran
Jakarta, Senin, 17 April 2023
