Ayonusa.com – Bimbingan teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang digelar Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar) Muhidi, dinilai sangat dirasakan manfaatnya bagi peserta bimtek.
Pengakuan tersebut disampaikan pengusaha rumah makan Ampera dan rumah kos di Kota Padang, Tri Zuhri. Ia mengaku mendapatkan banyak ilmu baru tentang strategi meningkatkan penjualan, memperluas target pasar, hingga memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usahanya yang selama ini masih berfokus pada pasar di lingkungan sekitar.
“Pelatihan ini membuka wawasan saya tentang bagaimana meningkatkan penjualan, menentukan target pasar, hingga memanfaatkan media digital untuk mengenalkan usaha. Selama ini usaha saya masih berputar di dalam kampung. Mudah-mudahan setelah mengikuti bimtek ini usaha bisa berkembang lebih luas,” ujarnya.
Pengusaha rumah makan Ampera dan rumah kos di kawasan Limau Manis ini menilai kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan, khususnya bagi pelaku UMKM yang baru memulai usaha dan masih minim pengalaman. Dengan bekal ilmu yang diperoleh, para pengusaha diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi mampu terus berkembang mengikuti perubahan zaman.
la pun menyampaikan apresiasi kepada Ketua DPRD Sumbar Muhidi yang telah menghadirkan pelatihan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kemajuan pelaku usaha kecil di Sumbar.
“Terima Kasih kepada bapak Ketua DPRD Sumbar yang telah menggelar pelatihan UMKM ini dan sangat bermanfaat bagi kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Sumbar Muhidi menegaskan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi juga oleh ilmu, jaringan, dan kemauan untuk terus belajar. Menurutnya, silaturahmi menjadi salah satu kunci penting dalam membangun usaha karena dari hubungan yang baik akan lahir berbagai peluang kerja sama dan rezeki. la juga mengingatkan bahwa orang yang terus mencari ilmu akan selalu memiliki bekal untuk menghadapi perubahan.
“DPRD Sumbar memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan UMKM melalui tiga fungsi utama, yakni pembentukan regulasi yang berpihak kepada pelaku usaha, pengalokasian anggaran melalui APBD untuk program pemberdayaan UMKM, serta pengawasan terhadap pelaksanaan program yang dijalankan organisasi perangkat daerah,” ujarnya.
la juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi digital. Menurutnya, pelaku UMKM harus mulai memanfaatkan website, media sosial, dan konten digital agar produk mereka lebih dikenal masyarakat luas.
“Kalau orang tidak tahu produk kita, bagaimana mereka akan membeli? Karena itu UMKM harus berani masuk ke dunia digital dan terus belajar mengikuti perkembangan zaman,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Muhidi membagikan lima resep menuju kesuksesan bagi para pelaku usaha. Pertama, berani memulai meski belum merasa benar-benar siap. Kedua, fokus pada langkah kecil dan menjaga kepercayaan pelanggan melalui kualitas produk yang konsisten. Ketiga, menjadikan disiplin sebagai kekuatan utama dibanding hanya mengandalkan motivasi sesaat. Keempat, tidak takut menghadapi kegagalan karena keberhasilan membutuhkan proses, ketekunan, dan kemampuan beradaptasi. Kelima, membiasakan menyelesaikan setiap pekerjaan hingga tuntas, bukan sekadar memulai.
Menurut Muhidi, kepercayaan pelanggan merupakan fondasi utama dalam membangun sebuah merek. Produk yang memiliki kualitas tetap akan melahirkan loyalitas konsumen dan meniadi modal besar bagi perkembangan usaha.
“Dunia usaha selalu menghadirkan dua pilihan, yakni masalah atau peluang. Karena itu, pelaku UMKM harus mampu melihat setiap perubahan sebagai kesempatan untuk berkembang, bukan sebagai ancaman,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi berharap semakin banyak UMKM yang tumbuh menjadi usaha tangguh, inovatif, dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Dengan bekal ilmu, kemampuan beradaptasi, serta semangat pantang menyerah, pelaku UMKM diyakini akan menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah di masa mendatang.
Bimtek Peningkatan Kapasitas Pengusaha UMKM yang digelar Ketua DPRD Sumbar, Muhidi dua gelombang yaitu angkatan X dan XI. Peserta bimtek dari pengusaha Ampera dan paguyuban teh talua. Setiap angkatan peserta sebanyak 50 orang berlangsung selama empat hari sejak Senin-Kamis (6-9/7/2026).
Hingga minggu kedua Juli 2026, bimtek terlaksana sebanyak 11 angkatan dari 19 angkatan yang akan dilaksanakan dalam 2026 ini. (Adv)





