Payakumbuh-Mengulas peran pemimpin dalam menghadapi bencana (Gunung Meletus),bersama Jemi Putra dan Yeni Rahma, Mahasiswa Administrasi Publik Universitas Mohammad Natsir Bukit Tinggi.
“Tugas kemanusisaan adalah pekerjaan moral yang universal, dan pejuang kemanusiaan harus siap berkorban dan berani tampil di depan.
Keberhasilan dari sebuah kepemimpinan adalah kemampuannya memberikan perubahan positif bagi lingkungannya.sebagai pemimpin harus mampu berpikir bagaimana menghadapi dan memenangi suatu perubahannya,kapabilitas seorang pemimpin merupakan tonggak suksesnya organisasi maupun tim dalam mencapai tujuan bersama.Pengalaman dari beberapa kejadian bencana di Indonesia bahwa masyarakat terdampak bencana mampu melewati masa-masa krisisnya tidak terlepas dari kehadiran seorang pemimpin untuk menghentikan situasi krisis,”kata Jemi Putra saat bincang-bincang dengan wartawan di pusat kota Payakumbuh,Rabu malam 09 Juli 2025.
Dikatakan Jemi,dalam krisis bencana Gunung Merapi, peran pemimpin sangat krusial dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Pemimpin, baik itu pemimpin formal maupun informal, memiliki tanggung jawab untuk memberikan arahan yang jelas, mengkoordinasikan upaya penanggulangan, dan memobilisasi sumber daya yang ada.
Peran Pemimpin dalam Krisis Bencana Gunung Merapi.Sebelum meletus,pencegahan dan persiapanmenyusun Rencana Kontigensi dan seorang pemimpin harus memimpin pembuatan dan sosialisasi rencana kontigensi yang kompherensif. Rencana ini mencakup jalur evaluasi,lokasi pengungsian,prosedur evaluasi,sistem peringatan dini,dan pendistribusian bantuan.Ini melibatkan koordinasi dengan BPBD,pusat vulkanologi dan mitigasi bencana geologi,TNI dan relawan,”tutupnya.
Hal yang sama juga diutarakan Yeni Rahma,pemimpin aktif mensosialisasikan informasi tentang gunung merapi kepada masyarakat termasuk tanda-tanda letusan,prosedur kesalamatan,dan penting mengikuti intruksi pihak berwenang.
Pemimpin memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung,seperti jalur evakuasi yang mudah diakses,tempat pengungsian yang layak,dan sistem komunikasi yang handal,”sebut Yeni.
Ditambahkan Yeni,pemimpin harus membangun dan memperkuat jaringan kerjasama dengan berbagai pihak terkait,termasuk pemerintah pusat,lembaga internasional,dan sektor swasta.
Pengambilan keputusan yang cepat dan tegas dan pemimpin harus mengambil keputusan yang cepat dan tegas dalam mengambil keputusan berdasarkan info tim penanggulangan bencana.Koordinasi dan komando pemimpin memastikan semua pihak bekerjasama secara efektif dan efesien,”urainya.
Dibeberkan Yeni,pemimpn harus memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.Pemimpin harus memastikan keamanan dan ketertiban di lokasi pengungsian dan daerah terdampak,mencegah penjarahan,dan konflik sosial.
Pemimpin harus mendistribusian bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak secara adil dan merata.Seperti makanan,air,obat-obatan dan kebutuhan lain,”ucap Yeni.
Dijelaskan nya,pemimpin harus memimpin dalam upaya rehabilitasi dan rekontruksi infrastruktur dan perekonomian daerah yang terdampak.Seperti perbaikan rumah,fasilitas umum dan lainnya dan pemimpin memimpin evaluasi terhadap proses penanggulangan bencana untuk mengintefikasi kekuatan dan kelemahan,dan membuat rencana perbaikan dan kesiapsiagaan dimasa mendatang.
Kepemimpinan yang efektif dalam krisis merupakan factor penentu dalam keberhasilan penggulangan krisis dan pemulihan dalam paska-krisis.Kemampuan pemimpin untuk merencanakan,beradaptasi,mengambil keputusan tepat,mengkoordinasikan berbagai pihak,dan berkomunikasi secara efektif sangat penting untuk meminimalkan kerugian dan membangun kembali kepercayaan masyarakat,”tutup Yeni.(Yud)








