Ayonusa.com – Ketua DPRD Sumatera Barat Muhidi mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memulai jika ingin sukses dan berhasil dalam berusaha.
Motivasi tersebut disampaikan Muhidi saat membuka kegiatan Peningkatan Kapasitas UMKM bertema Peran DPRD Sumbar dalam Pengelolaan dan Pengembangan UMKM yang digelar pada Senin (27/7/2026).
Dengan memulai, maka akan diketahui kebutuhan yang diperlukan berikut kelemahan yang dihadapi.
“Berusaha itu paling utama adalah mindset, memulai dan jangan menunggu lengkap. Dengan memulai maka akan tau kelemahan. Kalau belum dimulai, tidak tau yang dibutuhkan dan skala prioritas,” sebut Muhidi.
Setelah memulai berusaha, sebut Muhidi, fokus terhadap usaha yang dijalankan dan yang lebih penting kejujuran karena awal kepercayaan adalah kejujuran.
Ketua DPRD Provinsi Sumbar, Muhidi aktif menghadiri sekaligus memberikan materi kegiatan Peningkatan Kapasitas UMKM menegaskan komitmennya terhadap peningkatan kompetensi UMKM, memperluas jejaring dan pemasaran.
Hingga akhir Juli 2026, kegiatan Peningkatan Kapasitas UMKM sudah berlangsung 13 angkatan dari 19 angkatan yang akan dilaksanakan dalam 2026 ini.
Muhidi dalam kesempatan itu mendorong para pelaku UMKM untuk segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Pelaku UMKM perlu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, karena perubahan pola konsumsi masyarakat telah bergeser dengan memanfaatkan media sosial serta platform digital. Pola perubahan tersebut harus dijawab dengan inovasi dan strategi pemasaran yang sesuai perkembangan zaman.
Muhidi mengatakan, saat ini menjalankan usaha tidak lagi harus memiliki toko atau tempat usaha yang besar. Melalui teknologi digital, pelaku UMKM dapat memasarkan produknya secara lebih luas tanpa dibatasi lokasi.
“Sekarang ini bisnis tidak perlu lagi memiliki tempat. Produk bisa dijual melalui platform digital atau media sosial. Jangan menunggu peluang datang, karena kalau hanya menunggu akan sulit berkembang. Kita harus mampu memanfaatkan teknologi, salah satunya dengan menjadi konten kreator yang mempromosikan produk melalui media sosial,” kata Muhidi.
Menurutnya, keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menjual produk, tetapi juga kualitas yang ditawarkan kepada konsumen. Karena itu, pelaku UMKM harus terus meningkatkan kualitas produksi, memperbaiki kemasan, serta menyajikan produk secara menarik agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
“Kualitas, kemasan, dan penyajian menjadi faktor penting. Untuk menghasilkan produk yang berkualitas, pelaku usaha harus memiliki literasi membaca dan literasi digital. Kalau kita hanya mengandalkan kemampuan apa adanya, maka hasil yang diperoleh juga akan apa adanya. Karena itu, kita harus kreatif, inovatif, dan terus belajar mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.
Muhidi menegaskan bahwa perubahan teknologi tidak bisa dihindari. Yang harus dilakukan adalah mempersiapkan diri agar mampu beradaptasi dengan cepat sehingga usaha tetap bertahan dan berkembang.
“Kita tidak bisa menolak perubahan zaman. Yang harus disiapkan adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar,” tegasnya.
la juga menyoroti perubahan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mencari informasi melalui media sosial. Menurutnya, konten digital yang menarik mampu mendorong masyarakat datang langsung ke lokasi usaha.
“Sekarang orang lebih banyak mencari informasi dengan menggulir telepon genggam. Setelah melihat konten yang menarik, mereka langsung datang untuk mencicipi atau membeli produk tersebut.
Karena itu, ibu-ibu dan bapak-bapak tidak bisa lagi pasif. Anak-anak sekarang sangat cepat mendapatkan informasi. Kalau mereka bergerak cepat, kita juga harus memiliki strategi agar tidak tertinggal,” ungkap Muhidi.
Melalui kegiatan ini, Muhidi berharap pelaku UMKM di Sumbar semakin siap memanfaatkan transformasi digital sebagai peluang untuk memperluas pasar, meningkatkan daya saing, sekaligus memperkuat perekonomian daerah di tengah persaingan yang semakin ketat. (***)
