Upaya mengurangi pengeluaran masyarakat miskin diterjemahkan Mensos Risma ke dalam berbagai program di antaranya pembangunan instalasi air bersih, Rumah Sejahtera Terpadu (RST), lumbung sosial, dan rumah susun murah.
“Agar pengeluaran mereka berkurang, kami berikan program pemenuhan kebutuhan dasar,” sambung Mensos Risma.
Setelah pengeluaran dapat dikurangi, Mensos Risma kemudian melakukan upaya peningkatan pendapatan melalui program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA). Program ini mengupayakan pemberdayaan ekonomi secara komprehensif, mulai dari hulu ke hilir. Hingga mampu mencetak 28.775 orang yang awalnya adalah para penerima bantuan sosial menjadi pengusaha mandiri.
“Bahkan yang luar biasa, ada yang sehari pendapatannya Rp10 juta,” ucap Mensos Risma kala memaparkan kisah sukses salah satu alumni program PENA, Kartini (37) asal Kab. Dompu, NTB dengan usaha warung makan lesehan “Oha Doku”.
Di akhir sesi, Plh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat, Yudi Kuncoro, mengapresiasi Mensos Risma atas capaian Kemensos sebagai salah satu institusi pemerintah yang aktif melakukan inovasi dalam kesejahteraan sosial.
“Luar biasa, kita kedatangan narasumber yang sangat spesial, terima kasih banyak bu Risma,” ucap Yudi disambut tepuk tangan meriah dari peserta yang hadir.
(*)







