Ayonusa.com – Sebanyak 365 jiwa atau 93 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir dan banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) menempati dua lokasi hunian sementara (Huntara) di Kota Padang.
Huntara yang ditempati tersebut yaitu Huntara Kampung Nelayan dan Rusunawa, Kelurahan Lubuk Buaya Kota Padang.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, warga terdampak yang menempati Huntara dari Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Kuranji, Kecamatan Nanggalo dan Kecamatan Pauh.
“Huntara Kampung Nelayan ditempati 79 kepala keluarga dan di Rusunawa sebanyak 14 kepala keluarga,” kata Hendri Zulviton, Selasa (23/12).
ia mengatakan, kebutuhan warga terdampak yang menempati Huntara terpenuhi mulai kebutuhan dasar hingga peralatan memasak. Mengatasi kebutuhan air bersih, untuk memasak dan minum, air bersih didistribusikan ke lokasi. Di lokasi juga sudah tersedia tangki air untuk tempat penampungan air bersih bagi warga.
Lebih lanjut Hendri Zulviton mengatakan, saat ini perioritas penanganan pasca bencana, pemindahan warga terdampak ke huntara secara maksimal. Berikutnya mempercepat validasi dan verifikasi data Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) sebagai dasar penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana (R3P). (MR)








