‘Bagi Anda yang masih merawat pinjol seperti Akulaku, Rupiah Cepat. Semua pinjol besar Akuaku, Kredit Pintar, Shopee, Easy Cash menggunakan sistem FDC untuk menentukan apakah Anda dapat limit lagi atau tidak,” katanya.
Desi menambahkan, pinjol bisa melacak dari sistem FDC. Jika Anda ketahuan galbay di dua tempat ataupun di satu tempat dengan nilai lebih dari Rp5 juta maka limit Rp11 juta saat Anda lunaskan akan hilang.
“Kalau Anda masih mendapatkan limit itu berarti Anda sedang dalam keberuntungan tetapi kebanyakan limitnya langsung hilang. Nah begitulah yang terjadi saat ini di tahun 2024, pinjol hanya bisa diakses tiga saja,” katanya.
Sebab, kata Desi, Anda diminta OJK untuk fokus kepada pinjaman online yang sudah Anda gali lubang tutup lubang di tahun 2023 terkhusus yang masuk ke dalam Slik OJK.
“Buat Anda yang memperdaya dengan cara membayar DC takut nanti ke depannya DC yang datang itu orang Ambon, khawatir DC yang datang itu ramai-ramai,” katanya.
Hal ini kata Desi, sudah terjadi kepada rekannya di daerah Pulau Jawa. Ia sudah sering membayar DC agar nanti yang datang debt collector yang sama.
“Tetapi kalau dengan model seperti itu DC akan memperdaya Anda, dan terus-terus akan menakut-nakuti Anda,” katanya.
Desi menegaskan, bahwa DC pinjol pasti akan selalu dirolling atau berganti. Biasanya jika setiap berganti itu karena DC tidak mencapai target.
“DC yang tidak mencapai target ini akan dipindahkan ke tempat lain lagi, dan itu lumrah di perusahaan, ataupun perusahaan-perusahaan multifinance atau leasing. Tujuannya hanya untuk menakut-nakutin nasabah,” katanya.
Tujuan perusahaan pinjol mengganti DC tesebut, sambung Desi, untuk mengancam agar nasabah segera membayar utang pinjaman online.








