MS juga membeberkan jika di perusahaannya saja ada 50 Operator per grup yang ditugaskan untuk menipu Warga Indonesia.
Modus operandi yang digunakan dalam menjalankan aksinya, para scammer akan menelepon calon korban layaknya petugas BPJS dan Petugas Pajak dengan meminta update data pribadi dan nomor rekening korbannya.
Cara lain, mereka menyamar sebagai orang lain yang biasanya cewek dan menawarkan pinjaman online ataupun bisnis online yang ujungnya penipuan dan pencurian data pribadi.
Setelah mendapat data pribadi, mereka akan masuk ke dalam sistem data untuk menguras isi rekening perbankan korban dengan menggunakan sistem teknologi canggih melalui aplikasi yang disinkronkan dengan handphone korban.
Karena itu, MS meminta agar warga Aceh khususnya agar berhati-hati kepada siapa saja yang menelpon yang mengatasnama pemerintah atau pihak manapun agar tidak langsung ditanggapi. Karena mereka akan membobol rekening dan menguras isinya dengan cara masuk ke sistem melalui data yang dikloning.
“Kepada warga Aceh dan Indonesia pada umumnya, agar berhati-hati terhadap siapa saja yang menelpon tanpa dikenal dengan mengatasnamakan siapapun. Karena hal itu menjadi jalan para scammer mencuri data dan berpotensi membobol rekening kita”, ujar MS sebagaimana diteruskan oleh Haji Uma dalam keterangan media, Minggu (2/2/2025).
(dpd)








