Ayonusa.com – Jemaah calon haji (JCH) kloter 02 Embarkasi Padang, Sumatera Barat (Sumbar) berangkat lebih cepat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Madinah sekitar 18 menit dari jadwal yang ditetapkan Sabtu 05:20 WIB.
JCH asal Provinsi Bengkulu ini disambut sekaligus dilepas oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UUPT) asrama Haji Tabing Padang sekaligus Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Padang, Afrizen di BIM. Total jamaah berjumlah 393 dalam kloter ini sampai di BIM Sabtu dinihari sekitar pukul 01:15 wib.
Setelah sempat transit sekitar empat jam di BIM, jemaah berangkat menuju Madinah dengan menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-3502 sekitar pukul 05:02 wib. Sesuai jadwal, keberangkatan kloter dua ini sekitar pukul 05:20 wib atau lebih cepat sekitar 18 menit dari jadwal yang telah ditetapkan.
Afrizen mengatakan, jemaah tiba di BIM sekitar pukul 01.15 WIB dan langsung diarahkan ke ruang tunggu untuk mengikuti proses layanan keberangkatan.
“Alhamdulillah, jemaah kloter 02 tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat. Proses dari pesawat menuju ruang tunggu juga berjalan lancar,” ujar Afrizen.
Selama masa transit, jemaah juga mendapatkan layanan konsumsi berupa makanan dan minuman hangat sebagai bagian dari pelayanan embarkasi.
Afrizen menyebutkan, total jemaah dalam kloter ini berjumlah 393 orang. Terdapat dua jemaah yang kartu Nusuknya belum aktif dan dilakukan penyelesaian di bandara sebelum keberangkatan.
Ia menjelaskan, seluruh jemaah terangkut sesuai manifest tanpa kursi kosong atau open seat.
“Dari total jemaah terdapat 20 orang yang menggunakan kursi roda serta 17 jemaah membawa tongkat sebagai alat bantu mobilitas. Namun semua jemaah terlihat sehat,” sebut Afrizen.
Jemaah Kloter 02 Embarkasi Padang (PDG 02) ini diberangkatkan menuju Madinah menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-3502.
Secara keseluruhan, kloter 02 terdiri dari 171 jemaah laki-laki dan 222 jemaah perempuan, dengan total bagasi mencapai 7.848 kilogram.
Keberangkatan kloter ini menunjukkan upaya efisiensi layanan embarkasi, khususnya dalam pengelolaan waktu transit, sehingga proses pemberangkatan jemaah dapat berjalan lebih cepat dan tertib. (MR)








