Ayonusa.com – Dua korban anak laki-laki yang tenggelam di kawasan Pantai Ulakkarang, Kota Padang, Sumatera Barat hingga upaya pencarian dihentikan tidak berhasil ditemukan. Korban dilaporkan tenggelam saat mandi mandi Sabtu 18 April 2026.
Komandan Regu (Danru) Basarnas Padang, Tri Desyu Herman, mengatakan upaya pencarian terhadap dua korban tenggelam berlangsung selama tujuh hari. Memasuki heri ketujuh, pelaksanaan pencarian dihentikan.
Dua korban dilaporkan tenggelam bernama Rasyid berusia 8 tahun dan Zafran Al Malik Akbar berusia 9 tahun. Keduanya siswa SDN 06 Lapai, Kecamatan Nanggalo.
Korban bernama Rasyid anak dari pasangan M Imran dan Dewi Purnama Sari beralamat di Jln Ambun Suri RT 01 RW 09 Kel. Gunung Pangilun.
Korban atas nama Zafran Al Malik Akbar anak pasangan dari Riko Nofriyanto dan Afrimayona beralamat di jln cindua Mato RT 2 RW 10 Kel. Gunung Pangilun.
Kedua korban dilaporkan tenggelam saat mandi mandi bersama 6 orang temannya dengan posisi 4 orang berada di tengah dan 2 orang berada di pinggir pantai Sabtu (18/4/2026) sekitar pukul 12;40 wib
Saat itu, kondisi ombak tinggi dan air sedang keruh 4 orang yang berada di tengah berusaha untuk kepinggir. Sementara dua orang dibawa ombak dan hilang.
Tri Desyu menjelaskan, selama operasi pencarian dilakukan, tim SAR gabungan telah berupaya melakukan pencarian secara maksimal. Namun hingga hari ketujuh, upaya pencarian belum membuahkan hasil dan keberadaan kedua korban masih belum diketahui.
Tri Desyu Herman menjelaskan, penghentian operasi tersebut dilakukan sesuai dengan Prosedur Operasi Standar (SOP) Basarnas serta berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur tim SAR yang terlibat.
“Operasi pencarian secara resmi ditutup pada pukul 17.00 WIB,” sebut dia.
Selama proses pencarian, lanjutnya tim di lapangan menghadapi berbagai kendala yang cukup signifikan. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang berubah-ubah, serta pasang surut air laut yang tidak menentu sehingga menyulitkan pergerakan dan efektivitas pencarian. Selain itu, luasnya area pencarian juga menjadi tantangan tersendiri, di mana pada hari terakhir penyisiran telah diperluas hingga mencapai 65 nautical miles.
“Tidak hanya itu, upaya penyelaman yang sempat dilakukan pada hari kelima juga belum membuahkan hasil maksimal. Hal ini disebabkan oleh visibilitas di bawah permukaan air yang sangat terbatas atau bahkan negatif, sehingga menyulitkan tim dalam melakukan pencarian secara optimal,” sebut Tri Desyu.
Meski operasi SAR secara resmi dihentikan, pihak Basarnas Padang tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi di lapangan. Apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi pencarian dapat kembali dibuka. (MR)








