Ayonusa.com — Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat (Sumbar), Khairuddin Simanjuntak, mendatangi Kementerian Pertanian sebagai salah satu upaya memperjuangkan kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi petani di Sumbar, Rabu 29 April 2026.
Selain itu, juga menggali informasi terkait berbagai program bantuan sektor pertanian lainnya yang dapat dimanfaatkan oleh daerah.
Khairuddin Simanjuntak mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan meminta dukungan bantuan alsintan prapanen maupun pascapanen untuk petani di 19 kabupaten/kota di Sumbar.
Dalam kunjungan itu, Khairuddin menemui perwakilan Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian. Ia menyebut, pihak kementerian menyambut baik kedatangan tersebut dan membuka peluang seluas-luasnya bagi pemerintah daerah untuk mengajukan bantuan.
“Kedatangan kami disambut oleh Bapak Taufik dari Ditjen Sarana dan Prasarana Pertanian. Beliau membuka pintu selebar-lebarnya bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Sumbar untuk mengajukan bantuan. Silakan dikomunikasikan langsung karena Ditjen siap memfasilitasi,” ujar Khairuddin saat diwawancarai, Kamis (30/4).
Menindaklanjuti respons positif tersebut, Khairuddin mendorong Pemerintah Provinsi Sumbar serta pemerintah kabupaten/kota segera menyusun dan mengajukan proposal kebutuhan alsintan ke Kementerian Pertanian.
Ia menegaskan, Komisi II DPRD Sumbar, khususnya Fraksi Gerindra siap membantu proses fasilitasi dan konsultasi bagi daerah yang akan mengajukan bantuan.
“Kami dari Fraksi Gerindra siap membantu memfasilitasi proposal yang akan diajukan ke kementerian,” tegasnya.
Di sisi lain, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada pangan dalam kurun waktu empat tahun dengan mencetak luas lahan panen hingga empat juta hektare di akhir masa jabatan.
Khairuddin menyatakan komitmennya untuk mengawal target tersebut. Menurutnya, sebagai Ketua Komisi II yang membidangi pertanian sekaligus Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumbar ia memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung program pemerintah pusat.
“Saya punya tanggung jawab besar untuk mengawalnya. Di samping itu, sektor pertanian merupakan sektor andalan bagi Sumbar,” katanya.
Ia berpandangan, jika sektor pertanian terkelola dengan baik, maka akan berdampak positif terhadap sektor lain, seperti pendidikan, pariwisata keagamaan, kesehatan, dan perekonomian masyarakat.
Dalam upaya mendukung swasembada pangan pihaknya juga mendorong agar alokasi anggaran sektor pertanian dalam APBD Sumbar dapat dimaksimalkan setiap tahun.
Khairuddin meyakini, usulan pembangunan yang diajukan ke pemerintah pusat akan mendapat skala prioritas karena selama ini Presiden Prabowo memiliki perhatian yang besar terhadap Sumbar.
“Sumbar adalah kampung kedua bagi Pak Prabowo. Komitmennya untuk pembangunan daerah ini tidak akan pernah luntur. Hal ini juga selalu ditekankan Ketua DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade dalam setiap pertemuan dengan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan sejumlah aspek yang perlu mendapat perhatian dalam meningkatkan sektor pertanian, antara lain penyediaan bibit, alsintan, irigasi, pupuk, hingga pembangunan jalan usaha tani (JUT). Berbagai persoalan tersebut, kata dia, menjadi prioritas Fraksi Gerindra untuk dicarikan solusi bersama pemerintah daerah. (*)








