Ayonusa.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memperkuat budaya kewaspadaan dini sebagai langkah strategis menghadapi berbagai tantangan di era digital. Menurutnya, kewaspadaan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga, tokoh masyarakat, hingga tingkat RT dan RW.
Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menjadi narasumber pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kewaspadaan Dini Masyarakat, Jumat (26/6/2026).
Dalam paparannya, Muhidi menjelaskan bahwa kewaspadaan dini merupakan kemampuan masyarakat untuk mengenali, mendeteksi, dan mengantisipasi berbagai potensi ancaman, gangguan, hambatan, maupun tantangan yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kewaspadaan dini, kita dapat mencegah konflik sosial, meminimalkan risiko bencana, meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat, serta menjaga stabilitas lingkungan,” ujarnya.
Muhidi menilai perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi menuntut masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Kesadaran kolektif, katanya, menjadi kunci agar berbagai persoalan dapat dideteksi sejak awal sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Ia menekankan pentingnya membangun kepedulian dari lingkungan terkecil, yakni keluarga. Menurutnya, anak-anak lebih banyak dibentuk oleh lingkungan keluarga sebelum berinteraksi dengan masyarakat dan sekolah.
“Kalau kesadaran itu sudah tumbuh di keluarga, lingkungan, dan sekolah, insya Allah anak-anak kita akan merasa aman, mendapatkan perhatian, dan tumbuh dengan karakter yang kuat,” kata Muhidi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan perencanaan masa depan kepada generasi muda. Dengan memiliki cita-cita dan target yang jelas, anak-anak akan lebih fokus mengembangkan potensi diri dan mampu menghindari berbagai pengaruh negatif, seperti tawuran, penyalahgunaan narkoba, penyebaran hoaks, maupun persoalan sosial lainnya.
“Sejak dini mereka harus memiliki gambaran ingin menjadi apa setelah lulus sekolah atau kuliah. Ketika memiliki tujuan, mereka akan menyusun langkah dan strategi untuk mencapainya, sekaligus lebih waspada terhadap hal-hal yang dapat menghambat masa depan mereka,” jelasnya.
Muhidi berharap budaya kewaspadaan dini terus diperkuat di tengah masyarakat. Menurutnya, dukungan keluarga, tokoh masyarakat, dan lingkungan yang peduli akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan yang aman, harmonis, sekaligus melahirkan generasi yang optimistis dan siap menghadapi tantangan masa depan. (*)






