Cegah Persoalan Muncul, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Masyarakat Peka Terhadap Perubahan

MR
MR

Ayonusa.com – Persoalan sosial, keamanan, kesehatan maupun kebencanaan dapat diantisipasi apabila masyarakat memiliki kepekaan terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Muhidi saat menjadi pemateri dalam kegiatan peningkatan kewaspadaan dini masyarakat, Rabu (9/9/2026).

“Kesadaran ini akan lebih maksimal kalau kita memiliki pengetahuan dan kepedulian. Perubahan adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari, apalagi di tengah globalisasi,” ujar Muhidi.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, kewaspadaan dini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat. Masyarakat juga memiliki peran penting dengan mengambil langkah pencegahan sesuai kapasitas masing-masing.

“Kalau kita sama-sama peduli dari awal, kita bisa memproteksi hal-hal yang mungkin terjadi. Sesuatu yang negatif tidak akan berkembang kalau masing-masing kita mengambil peran sesuai kemampuan,” katanya.

Menurut Muhidi, membangun kewaspadaan tidak harus dimulai dengan langkah besar. Lingkungan RT dan RW dapat menjadi titik awal untuk menciptakan masyarakat yang aman, kondusif, dan tangguh.

“Kalau lingkungan RT kita aman dan kondusif, tentu akan mendukung RW yang baik. Dari sana kemudian terbentuk lingkungan masyarakat yang lebih kuat,” tuturnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan perhatian terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kehidupan bersama. Penyalahgunaan narkoba, masalah sosial, hingga ancaman bencana seperti banjir dan gempa merupakan sejumlah hal yang perlu diantisipasi.

Muhidi menilai, semakin cepat masyarakat mengenali gejala persoalan, semakin besar pula peluang untuk mencegah dampak yang lebih luas.

“Kalau kita memiliki kepedulian, kita bisa mendeteksi sejak awal. Intinya bagaimana membangun kesadaran dan menambah kemampuan kita untuk melakukan pencegahan dini agar persoalan tidak terjadi atau tidak berkembang di lingkungan kita,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki latar belakang dan kemampuan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi penghalang untuk membangun kepedulian bersama.

“Kita memang berbeda, baik kemampuan maupun latar belakang. Tetapi kalau ada keinginan untuk menyatukan perbedaan dalam hal-hal yang baik, banyak persoalan bisa kita tangkal sebelum muncul lebih besar,” ujarnya.

Untuk memperkuat kewaspadaan tersebut, Muhidi mendorong masyarakat terus meningkatkan pengetahuan dan kemampuan. Salah satunya melalui komunikasi dan kemauan untuk mendengar berbagai informasi dari lingkungan sekitar.

“Kita perlu terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Empat kunci kesuksesan, salah satunya adalah mau mendengar. Orang yang mau mendengar adalah orang yang mau berguru dan mau menuntut ilmu,” katanya.

Menurutnya, kewaspadaan dini memiliki cakupan yang luas. Tidak hanya menyangkut keamanan, tetapi juga persoalan sosial, kesehatan, lingkungan, dan kebencanaan.

Karena itu, keterlibatan tokoh masyarakat maupun figur panutan dinilai penting untuk menggerakkan kesadaran dan membangun budaya saling peduli.

Muhidi berharap kewaspadaan dini menjadi kebiasaan bersama yang tumbuh dari tingkat keluarga, RT, RW hingga lingkungan masyarakat yang lebih luas.

“Kalau ada kepedulian dan semangat bersama, tidak ada yang tidak bisa kita lakukan. Yang penting ada kesadaran dan ada tokoh yang menjadi panutan,” pungkasnya. (***)

Baca berita Ayonusa.com lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *