Mensos menekankan, modal utama yang harus dimiliki oleh KPM ialah tekad dan kemauan untuk menjadi lebih baik.
Mensos mencontohkan KPM Temanggung sebagai wujud kuatnya tekad para KPM untuk memperbaiki hidup mereka.
Secara teori, jumlah KPM graduasi harusnya tidak begitu besar mengingat Temanggung adalah kabupaten dengan penduduk sekitar 800.000 jiwa. Akan tetapi, pada graduasi bulan Februari ini, jumlah KPM graduasi dari Temanggung melebihi area lainnya.
“Harusnya, Temanggung itu jumlah graduasinya lebih kecil dari Jakarta karena jumlah penduduknya lebih kecil. Tapi kenapa Temanggung lebih besar? Itu karena kemauan untuk keluar, kemauan untuk ingin maju, kemauan untuk memerdekakan dirinya untuk tidak tergantung pada siapa pun,” ujar Mensos mengapresiasi para KPM yang bertekad kuat untuk mandiri.
Mensos juga ingatkan KPM yang berhasil graduasi untuk tetap disiplin dalam mengatur keuangan mereka.
Mensos kerap menemukan kasus di mana keuangan bisnis dan keuangan rumah tangga KPM masih tercampur, sehingga mereka tidak mengetahui pertumbuhan ekonomi mereka, dan tak bisa mengembangkan usahanya.
Untuk itulah, Kementerian Sosial tetap melaksanakan berbagai macam pelatihan literasi keuangan bagi para KPM sehingga mereka bisa menerapkan pembukuan sederhana bagi bisnisnya.
(*)








