Prabowo Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Rosdiana Sijabat Bilang Begini

Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya, Rosdiana Sijabat
Pengamat Ekonomi dari Universitas Atma Jaya, Rosdiana Sijabat. (f/ist)

Lanjut Rosdiana, perlu ada reformasi perpajakan yang dapat mengerek rasio pajak lebih tinggi dari pada PDB saat ini.

“Nah kalau misalkan kita ingin menaikkan rasio pajak kita itu bisa mencapai 16 persen oleh Pak Prabowo terhadap PDB, ini lagi-lagi tantangan kita bagaimana pemerintah kalau dalam 4 tahun pertama Pak Prabowo ini nanti bisa melakukan reformasi perpajakan, membuat sektor-sektor perekonomian kita itu meningkat. Perlahan tetapi ada target misalkan kenaikan kenaikan 2 persen setiap tahun dari sektor yang belum masuk kepada basis pajak menjadi masuk ke dalam basis pajak,” urainya.

Sedangkan terkait cita-cita kemandirian pangan yang dipaparkan Prabowo, kata Rosdiana, perlu ada inovasi untuk meningkatkan produktivitas yang menyangkut komoditas pangan.

Bacaan Lainnya

Narasi swasembada pangan harus dibarengi dengan produktivitas lahan pertanian melalui ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian untuk menghadirkan kemandirian pangan.

“Swasembada pangan dapat melalui produktivitas lahan pertanian, baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi juga perlu inovasi, harus ada regulasi yang terkait dan lain-lain yang membuat kita percaya bahwa di bawah kepemimpinan Prabowo mungkin kita akan memiliki kemandirian secara pangan,” tuntasnya.

Pendekatan Ekonomi yang Lebih Efektif

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal target pertumbuhan ekonomi 8 persen itu optimis tergapai asalkan pemerintahan Prabowo – Gibran jika setelah nanti resmi dilantik dapat memberikan pendekatan ekonomi yang lebih efektif dalam periode kepemimpinannya.

“Buat saya target yang lebih tinggi itu bukan berarti tidak mungkin tercapai, tetapi yang jelas untuk mencapai target yang lebih tinggi tidak bisa dengan cara-cara yang sudah-sudah. Nah, jadi artinya kalau ingin mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen adalah tergantung pendekatannya. Jadi pendekatannya harus baru lebih efektif lebih manjur itu yang penting,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Faisal, meski target pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerintah ke depan juga perlu memperhatikan target penurunan kemiskinan dengan cara-cara yang tidak biasa.

“Begitu juga untuk target kemiskinan pengentasan kemiskinan, jadi dengan cara-cara yang terobosan dan pada saat yang bersamaan juga memang perlu ada pendekatan bertahap. Memang tidak bisa langsung naik dalam satu tahun atau dalam satu tahun, ada prosesnya. Jadi perlu ada pendekatan-pendekatan yang berbeda tetapi lebih efektif,” pungkasnya.

(*)

Baca berita Ayonusa.com lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *