Jusuf Rizal menekankan, pemerintah memang tidak boleh bersikap represif terhadap media. Ruang dialog harus tetap dijaga sebagai wujud komitmen demokrasi. Namun di sisi lain, jurnalis pun perlu melakukan introspeksi.
“Mematuhi aturan forum, menghormati agenda, dan menjaga kualitas pertanyaan bukanlah bentuk pembatasan, melainkan tanggung jawab profesi,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat menuntut kesalingan. Pemerintah harus siap menerima kritik dan pertanyaan, sementara wartawan wajib menjaga etika dan profesionalisme.
“Kebebasan bertanya bukan alasan untuk mengabaikan momen, dan kebebasan menjawab bukan dalih untuk menutup akses. Keduanya hanya bermakna bila dijalankan dengan saling menghargai,” pungkasnya.
(*)








