Puisi ‘Meditasi Batu’ Karya Pulo Lasman Simanjuntak Cocok untuk Lirik Lagu

Penyair dan Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda, pendiri Komunitas Sastra Indonesia (KSI) (kiri) dan Prof. Dr. Wahyu Wibowo, Dosen Mata Kuliah Filsafat Bahasa di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional (UNAS) Jakarta
Penyair dan Sastrawan Ahmadun Yosi Herfanda, pendiri Komunitas Sastra Indonesia (KSI) (kiri) dan Prof. Dr. Wahyu Wibowo, Dosen Mata Kuliah Filsafat Bahasa di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional (UNAS) Jakarta. (f/ist)

Perpaduan yang selaras antara nada (musik) dan estetika bahasa pada sebuah puisi agaknya menyebabkan mengapa puisi kerap dimusikkan oleh komponis.

“Kemanjaan kita pada bunyi musik, dan kesetiaan kita pada pembongkaran “rahasia” puisi, setidaknya menyebabkan mengapa puisi suka dimusikkan. Lagi pula, dari sisi imaji dan teknik pengucapannya, sering kali puisi menjadi lirik yang sudah siap untuk dimusikkan. Bukan lirik yang mendayu-dayu, yang sekadar menggambarkan kisah cinta, misalnya,” ucap Prof. Wahyu Wibowo, Penyair dan Sastrawan yang telah menulis 50 judul buku sastra, budaya, karya ilmiah, jurnalistik, dan masih banyak lagi.

Menurutnya pantun atau gurindam- dalam lagu-lagu Jawa, yang dimusikkan oleh para komponis melalui gamelan-contohnya, juga pada dasarnya melahirkan estetika bunyi yang mampu menghanyutkan pendengarnya.

Bacaan Lainnya

Suasana ini, yang juga bisa disebut ekstasi, memang kemudian berpotensi manusia menjadi reflektif (karena dirinya bisa sejenak retret atau berjarak dengan kehidupannya, lalu melakukan perenungan).

“Itu pula yang patut diapresiasi ketika puisi karya Pulo Lasman Simanjuntak, berjudul “Meditasi Batu”, diangkat oleh komponis Indonesia, Ananda Sukarlan, menjadi sebuah tembang puitik, dan lalu dibawakan di luar negeri,” ujarnya.

Di tengah kesedihan tentang betapa kebudayaan asing telah menggerogoti sendi-sendi budaya Indonesia, dan di tengah keprihatinan tentang “nasib” puisi Indonesia di kancah global, puisi berjudul “Meditasi Batu” karya Pulo Lasman Simanjuntak-yang dimusikkan oleh komponis Ananda Sukarlan itu-setidaknya menerbitkan suatu horison baru tentang musikalisasi puisi Indonesia di kancah global. Horison baru yang juga mampu membuat manusia Indonesia melakukan retret.

MEDITASI BATU

Karya Pulo Lasman Simanjuntak

pada akhirnya
kutikam pertarungan
berulangkali
tanpa belati tajam

amarah manusia lama
meledak
dari lautan
paling dalam

maka harus kuakhiri
dengan meditasi batu
untuk menabur suara ilahi
di tanah berbuah

tanpa harus melirik
tabiat orang lain
karena aku wajib
jadi manusia baru

Jakarta, Selasa 21 Februari 2023

Baca berita Ayonusa.com lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *