Dana TKD untuk Sumbar belum Turun, Gubernur minta Pemerintah segera Cairkan

MR
MR

Ayonusa.com – Dua bulan Pascabencana, alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) lebih dari Rp 2,7 Triliun untuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) belum turun padahal sudah disetujui oleh Presiden RI dalam rangka percepatan penanganan pascabencana.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan, Presiden RI, Prabowo Subianto telah menyetujui agar alokasi dana TKD di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera tidak dipotong termasuk Provinsi Sumbar.

“Arahan Pak Presiden itu jelas, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung percepatan penanganan pasca bencana,” kata Mahyeldi.usai mengikuti hari gizi nasional di Halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat Minggu (25/1).

Namun hingga saat ini sebut Mahyeldi, dana TKD tersebut belum diterima dan kementerian terkait diminta segera memprosesnya sehingga cepat terealisasi dan bisa dipergunakan untuk kebutuhan penanganan pascabencana.

Lebih lanjut Mahyeldi mengatakan, data dan kebutuhan anggaran yang dituangkan dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana (R3P) dapat dilaksanakan berikut pendanaan segera diturunkan ke Sumbar.

Mahyeldi mengatakan, dokumen R3P merupakan hasil kesepakatan bersama antara BNPB, pemerintah Provinsi Sumbar dengan pemerintah kabupaten dan kota. Kesepakatan tersebut didukung DRPD Sumbar dan instansi serta lembaga vertikal.

Dengan demikian, gubernur berharap, kebutuhan biaya yang disepakati bersama dalam dokumen tersebut diturunkan ke daerah agar kementerian dan lembaga bergerak dalam percepatan penanganan pascabencana. Dengan demikian seluruh sektor bisa bergerak sehingga percepatan pemulihan pascabencana dapat terlaksana.

Dua bulan lalu tepatnya 25 November 2025, banjir bandang menyapu rumah penduduk di Kampung Batu, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang.

sehari berikutnya, rumah warga di Malalak, Kabupaten Agam disapu Banjir Bandang. bahkan puncaknya, Kamis 27 November 2025 banjir bandang menerjang Palembayan, Kabupaten Agam.

Di Kota Padang, Banjir Bandang merusak bendungan Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Kemudian ratusan rumah warga di Kelurahan Lubuk Minturun dan Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto, Kecamatan Koto Tangah rusak dan hanyut saat banjir bandang terjadi. (MR)

Baca berita Ayonusa.com lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *