Dua Bulan Warga Padang Alami Krisis Air Bersih

MR
MR

Ayonusa.com – Dua bulan Pascabencana, krisis air bersih di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) masih terjadi dan dampak langsung dirasakan oleh seorang warga Korong Gadang, Firdaus.

Firdaus mengatakan, kondisi demikian berlangsung Pascabencana 25 November 2025. Sejak saat itu, kebutuhan air bersih untuk keperluan mandi, mencuci pakaian, memasak dan air minum, mulai dirasakan warga.

Laki laki berusia 62 tahun ini mengatakan, kebutuhan air bersih sulit diperoleh, karena sumur warga kering, akibat bendungan Batang Kuranji yang berlokasi di Gunung Nago, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh rusak dihantam banjir bandang. Kerusakan tersebut, menyebabkan saluran irigasi terganggu dan sumur warga kering.

Ia menyebutkan, tidak kurang satu kubik air bersih dalam sehari untuk keperluan mandi, mencuci pakaian, memasak dan air minum.

Sebelumnya, air bersih datang hari Jum’at 23 Januari 2026. Ia berharap kepada pemerintah maksimal mendistribusikan air bersih kepada warga untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terhadap air bersih.

BPBD Kota Padang mencatat, Minggu 25 Januari 2026 sebanyak 91 titik lokasi di dua kecamatan di Kota Padang butuh air bersih.

Untuk memaksimalkan pendistribusian, armada yang turun mendistribusikan air bersih, tidak hanya dari BPBD Kota Padang.

Bengawan Arif, salah seorang warga Simpang Tigo Korong Gadang, Kecamatan Kuranji mengatakan, armada yang turun mendistribusikan air bersih dari BPBD Kota Padang, PMI, Pemadam kebakaran. Bahkan armada dari TNI Polri terjun langsung mendistribusikan air bersih ke rumah rumah warga berikut instansi lain.

Krisis air bersih yang dialami warga di Kota Padang, terutama di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh. (MR)

Baca berita Ayonusa.com lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *