Ayonusa.com – Areal persawahan warga di Kelurahan Kampung Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kembali dipenuhi sisa lumpur, pasir dan kerikil akibat banjir yang Kamis 21 Mei 2026 malam, padahal sebelumnya sudah bersih dari sisa lumpur akibat bencana Sumatera November 2026.
Murni, salah seorang warga mengatakan, lahan persawahan yang rusak tersebut berada di RW 05 dan 06.
Pasca banjir bandang yang terjadi 27 November 2025, areal persawahan warga di dua RW tersebut sudah dibersihkan. Material lumpur, pasir dan kerikil yang menimbun lahan persawahan sudah dipindahkan dengan menggunakan alat berat.
“Areal persawahan warga mulai bersih sekitar 10 hari sebelum kejadian banjir terjadi Kamis 21 Mai 2026 malam,” kata Murni Sabtu (23/5).
Murni berharap kepada pemerintah berupaya memindahkan matrial sisa banjir dalam rangka percepatan pemulihan pasca bencana.
Hal yang sama disampaikan, Basrizal salah seorang warga RT 02, RW 06. Menurutnya, untuk memindahkan materal lumpur maupun pasir dan kerikil dibutuhkan dua unit alat berat.
Sementara itu, Arnidas salah seorang warga mengatakan, bencana Sumatera November 2025 merupakan kejadian terparah sejak 70 tahun yang lalu.
Laki-laki berusia 74 tahun ini mengaku, bencana separah itu belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagai warga asli yang lahir tahun 1952 di daerah tersebut mengatakan, banjir bandang yang terjadi 27 November 2025, paling terparah.
Selain merusak puluhan rumah warga, banjir bandang merusak fasilitas umum, infrastruktur jalan dan jembatan, bahkan merusak areal persawahan. (MR)








