Ayonusa.com — Senator RI asal Sumatera Barat, Irman Gusman, mendorong pembukaan penerbangan langsung Johor Bahru–Padang untuk memperluas pasar pariwisata sekaligus membuka peluang perdagangan dan investasi daerah.
Gagasan tersebut disampaikan Mantan Ketua DPD RI dua periode itu dalam keynote pada The 8th International Conference of Culinary, Fashion, Beauty, and Tourism, yang berkolaborasi dengan The 8th International Hospitality and Tourism Conference 2026, di Universitas Negeri Padang, Jumat (9/10/2026).
Forum internasional ini mempertemukan akademisi, peneliti, pelaku industri, dan pemerintah untuk membahas masa depan pariwisata, hospitality, serta industri kreatif.
Bagi Ketua Dewan Pakar Bidang Ekonomi UMKM PP Muhammadiyah itu, konektivitas merupakan pintu masuk untuk memperbesar kesempatan ekonomi daerah.
Penerbangan yang lebih mudah dijangkau dapat mempertemukan wisatawan dengan destinasi, pembeli dengan produk lokal, serta pengusaha dengan peluang investasi.
Diketahui, Malaysia menjadi pasar yang memiliki prospek yang besar dalam usulan tersebut. Berdasarkan data BPS Sumatera Barat, wisatawan asal Malaysia mencatat 26.108 kunjungan selama Januari–Juni 2026, sekitar 70,24 persen dari 37.170 kunjungan wisatawan mancanegara yang tercatat melalui Bandara Internasional Minangkabau.
Kemudian Australia menyusul dengan 1.465 kunjungan, Singapura 904, dan Amerika Serikat 633.
Namun, besarnya pasar Malaysia perlu diterjemahkan menjadi permintaan yang cukup untuk menopang rute penerbangan.
Karena itu, pembukaan jalur Johor Bahru–Padang perlu disiapkan bersama paket perjalanan, promosi, dan kerja sama pelaku usaha di kedua daerah.
Perjalanan keluarga dan kunjungan bisnis juga dapat menjadi bagian dari pasar yang dikembangkan.
Perluasan akses tersebut relevan dengan tantangan pariwisata Sumatera Barat.
Secara nasional, kunjungan wisatawan mancanegara pada semester I-2026 mencapai 7,45 juta, tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, kunjungan melalui Bandara Internasional Minangkabau turun 13,86 persen, dari 43.152 menjadi 37.170.
Perbedaan perkembangan itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pariwisata nasional belum otomatis meningkatkan kunjungan melalui pintu masuk Sumatera Barat. Daerah perlu memperkuat akses sekaligus menawarkan pengalaman yang memberi alasan bagi wisatawan untuk datang dan tinggal lebih lama.
Irman menghubungkan agenda tersebut melalui tiga kegiatan yang saling memperkuat: perdagangan, pariwisata, dan investasi. Hubungan dagang mendorong orang saling berkunjung.
Kunjungan memperkenalkan produk dan potensi daerah. Dari hubungan usaha yang berkembang, peluang investasi dapat terbuka pada akomodasi, pengolahan pangan, transportasi, hingga layanan pendukung pariwisata.
Kerja sama antardaerah dan internasional, termasuk melalui provinsi kembar, perlu diarahkan pada kebutuhan tersebut.
Pertemuan bisnis akan lebih berguna apabila disertai produk yang siap dipasarkan dan proyek investasi yang jelas kelayakan usaha, status lahan, serta kebutuhan infrastrukturnya.
Ketua Dewan Pengawas DPP Ikatan Keluarga Minang itu juga menempatkan jaringan perantau sebagai penghubung dengan pasar dan calon investor.
Jaringan tersebut dapat membantu memperkenalkan peluang usaha sekaligus membawa pengetahuan dan kemitraan ke daerah.
Untuk memastikan investasi memberi manfaat bagi masyarakat, ia menawarkan Local Value Creation Compact, terutama pada investasi hotel dan resor, pengembangan destinasi dan desa wisata, hingga penyelenggaraan festival serta konferensi.
“Setiap kegiatan perlu mengutamakan produk dan jasa lokal, membuka kesempatan kerja bagi warga, meningkatkan keterampilan, serta melibatkan UMKM dalam rantai pasok pariwisata,” pungkasnya. (*)






