Untuk menumbuhkan kepercayaan diri orang-orang muda tersebut, Octavianus Masheka melatih mereka.
Adakalanya ia yang datang ke kampus para mahasiswa tersebut. Di lain kesempatan, para mahasiswa itu yang datang untuk berlatih di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jalan Cikini Raya 73, Jakarta Pusat.
Di kesempatan datang ke TIM, Octavianus Masheka juga mengenalkan para mahasiswa itu dengan sejumlah pegiat seni, yang kebetulan juga tengah berkunjung ke TIM.
Dengan demikian, mereka tidak canggung lagi berada di lingkungan para pegiat seni.

Pada Sabtu, 23 November 2024 lalu itu, Octavianus Masheka mengajak orang-orang muda tersebut manggung bersama di Kota Tua Jakarta. Antara lain, bersama Jose Rizal Manua, Imam Ma’arif, Exan Zen, Boyke Sulaiman, Swary Utami, dan pemusikalisasi senior Rinidiyanti Ayahbi.
“Proses regenerasi dalam sastra, sesungguhnya adalah tanggung jawab kita bersama. Melalui sastra, kami mengajak orang-orang muda untuk bersama mengasah pikir dan rasa. Setidaknya, hal itu akan menjadi bagian yang positif bagi pembentukan kepribadian mereka,” lanjut Octavianus Masheka.
Dalam konteks regenerasi sastra, Komunitas TISI di kesempatan tersebut, juga menampilkan Mantra Gurindam, pembaca puisi cilik yang masih duduk di Sekolah Dasar. Ia diberi kesempatan satu panggung dengan para seniornya.
Rangkaian acara sastra itu benar-benar memikat pengunjung Kota Tua Jakarta.
Suasana makin semarak, ketika Komunitas TISI menggelar game book war. Para pengunjung berebut menjawab pertanyaan yang diajukan panitia.
Kepada sejumlah pengunjung yang beruntung, Komunitas TISI memberikan hadiah buku dan uang secukupnya untuk sekadar jajan bakso.
Demikian Isson Khairul, Persatuan Penulis Indonesia (PPI) yang disampaikan di Jakarta, Selasa, 26 November 2024.
Kontributor : Lasman Simanjuntak
(*)








