Maka itu, kata Medy, lepaskan semua beban itu dulu dan hapuskan aplikasi pinjol. Pokoknya ayo ke TPS.
“Ssaya tidak beralih topik pinjol, cuman ini karena suasana mau pemilu. Mudah-mudahan siapapun presiden terpilih nanti sesuai dengan keinginan kita.”
“Paling tidak dari segi pinjaman online dan bisa memperbaiki ekonomi-ekonomi lemah di kelas bawah supaya tingkat hutang bisa ditekan,” katanya.
Dengan begitu, sambung Medy, tidak banyak lagi masyaakat Indonesia yang berhutang gdi aplikasi pinjol dan mereka disejahterakan.
“Jadi jangan sampai golput, karena suara Anda menentukan Indonesia ke depannya. Makanya ayo semua 14 Februari lupakan pinjol, pinjol ditiadakan. Saya yang menyampaikan pinjol ditiadakan, diblokir 14 Februari 2024,” katanya.
Medy menegaskan, tidak ada pinjol 14 Februari 20024 dan nasabah fokus dulu kepada Capes-Cawapres yang diinginkan bisa terpilih.
“Jadi RI 1 dan RI 2 yang paling terpenting. Pesan saya buat nasabah pelajari mana-mana saja Presiden yang yang pantas untuk Anda pilih dan apa sih gagasannya,” katanya.
“Sekali lagi kita lupakan pinjol dulu di 14 Februari besok dan kita ke TPS ikut menyampaikan suara kita, menentukan pilihan mana yang terbaik Anda,” ajakanya.
Karena, tambah Medy, jika bangsanya sudah baik otomatis masyarakat juga baik sehingga bisa mengurangi angka masyarakat yang mengutang melalui pinjol. (*)








