Kelebihan dan Kekurangan TikTok
Kalau di TikTok, kamu gak harus kejar followers dan potensi viral lebih besar. Selama rutin upload video per harinya, seperti yang dilakukan Hendra Setyo yang dapatkan omset Rp1 juta per hari.
Sayangnya, TikTok tidak bisa share link produk secara asal.
Kalau mau bagikan ke sosmed, kamu hanya bisa bagikan link video dan tidak ada opsi keranjang kuning untuk langsung membelinya jika tidak dibuka di TikTok.
Jadi, kamu hanya akan peroleh penghasilan kalau video TikTok mu masuk fyp (from your page) atau viral. Maka dari sini penting, untuk mengkreasikan konten se-unik dan kreatif mungkin.
“Apalagi komisi Tiktok lebih besar bisa sampai 13-16% per sekali co bagi barang elektornik dan bahkan kalau ada orang yang klik doang, tanpa beli tetap tawarkan penghasilan sekitar 1% dari harga produk,” kata Hendra Setyo.
Tentu untuk buat konten, kamu harus punya produk dulu. Ada tips nih yaitu review barang yang sudah dimiliki, apalagi TikTok sekarang bisa live dengan minimal followers yang akan menambah enggagement akunmu.
“Tidak hanya itu, TikTok yang mengharuskan konten original tetap membolahkan re-upload dari video Chinan.
Nantinya setelah viral, baru lah kamu bisa request sampel. Konsep kontennya simpel aja yang penting original,” jelasnya.
Sehingga, kamu bisa sembari bangun platform meski followers rendah. Tapi tetap harus diwaspadai bahwa persaingan makin sengit sebagai ancaman, apalagi jika kamu tidak rutin update.
Itulah penjelasan terkait produk Affiliate dengan platform Shopee dan TikTok serta perbandingan cara menghasilkan uang, mana yang lebih baik?
Demikian rangkuman Ayonusa pada artikel ini, semoga bermanfaat. (*)








