Namun pihak pengelola warung tak mengetahui jika terjadi aksi perundungan maupun tindak kekerasan di warungnya tersebut.
“Oh enggak, emang cuman berbaur aja nongkrong, berbauran. Emang cuma nongkrong di sini aja sini, engak berantem-berantem. Kalau di sini pasti kita omelin,” kata Pemilik Warung, Hermanto.
Kasus perundungan ini masih dalam penanganan Unit Perempuan dan Anak Plores Tangerang Selatan.
Sementara pihak sekolah segera memanggil orang tua murid untuk menyelesaikan masalah ini. (*)








