Padepokan Mangudarmo Malang Inisiasi Pertunjukan Wayang Topeng Klana Rangga Puspita, Ini Jadwalnya

Suasana pers rilis yang dihadiri tokoh dan aktor yang terlibat dalam gelaran Pertunjukan Wayang "Klana Rangga Puspita" di Gedung Malang Create Center
Suasana pers rilis yang dihadiri tokoh dan aktor yang terlibat dalam gelaran Pertunjukan Wayang "Klana Rangga Puspita" di Gedung Malang Create Center, Jawa Timur. (f/muhamad rochman)

Menyatukan Karakter

Perjalanan sulit mereka dalam mempelajari tari Bali akhirnya menghasilkan pertunjukan dengan interpretasi yang unik, terutama terkait karakter seperti Rahwana.

Pertemuan budaya antara Singosari dan Bali membawa tantangan tersendiri, sebagaimana diakui oleh Tri Wahyuni, koreografer pertunjukan.

Usaha untuk menyatukan karakter keras dan maskulin antara Ronggo Puspita dari Bali dan Trunojoyo dari Singosari memerlukan upaya yang signifikan, terutama ketika rekan-rekan mereka telah nyaman dengan zona mereka.

Dalam pengembangan alur dramanya, Kelana Rangga Puspita membangun konflik dari kisah orang tua dan anak dari Kerajaan Singhasari dan Bali.

Pilihan artistiknya difokuskan pada penonton, memanfaatkan area Padepokan yang lebih tinggi seperti tempat kadewatan dan tempat Singosari.

Pertunjukan akan didukung oleh musik live dengan alat musik gamelan Jawa yang dipadukan dengan sentuhan Bali.

Selain itu, Kelana Rangga Puspita juga berusaha membuka literasi sastra yang ada di Singosari, memperkenalkan cerita-cerita seperti Legenda Goa Polaman.

Dengan membawa protagonis KLANA, Kelana Rangga Puspita berharap dapat memberikan pengalaman mendalam bagi penonton, sekaligus menggali sejarah dan literasi budaya yang sebelumnya belum terjamah.

(*)

Baca berita Ayonusa.com lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *