Pada hari yang sama, Aanya melanjutkan rapat kerja dengan Pangdam III Siliwangi, Mayjen Dadang Arif Abdurahman. Dalam kesempatan itu, Pangdam mendukung program “24 Jam Layani Rakyat” yang diinisiasi Aanya, namun menegaskan bahwa tanggung jawab utama keamanan ada di tangan Polri. TNI akan tetap berkoordinasi dan membantu Polri dalam menjaga keamanan serta melakukan pembinaan kepada masyarakat agar taat hukum.
“Kami siap mendukung keamanan masyarakat dengan program-program seperti berdialog dengan para pemimpin komunitas agar bersama-sama menjaga ketertiban,” ujar Pangdam.
Ia menambahkan bahwa Kodam III Siliwangi memiliki Command Center yang dapat memantau situasi keamanan secara real-time di seluruh wilayah Kodam yang mencakup empat Korem.
Pangdam juga mengungkapkan tingkat kerawanan tinggi di Jawa Barat berdasarkan data KPU yang menunjukkan skor kerawanan sebesar 77.
Ia menitipkan aspirasi pada Aanya agar Kodam III Siliwangi mendapat tambahan satu batalion tempur yang ditempatkan di Korem Banten untuk memperkuat pengamanan.
Selain itu, Pangdam mengusulkan agar Kodam dilengkapi dengan peralatan penanggulangan bencana yang lebih memadai untuk menghadapi potensi bencana alam.
Kolaborasi antara DPD RI, Polri, dan TNI ini diharapkan mampu mewujudkan Pilkada yang aman, damai, dan kondusif, sesuai dengan harapan masyarakat Jawa Barat.
(*)
![Teh-Aanya-Kunjungi-Polda-Jabar[1] Teh Aanya Kunjungi Polda Jabar](https://ayonusa.com/wp-content/uploads/2024/11/Teh-Aanya-Kunjungi-Polda-Jabar1.jpg)







