Komponis Ananda Sukarlan Perdanakan Karya Frederic Chopin di Christmas Concert

Wirawan Cuanda, Pianis dan Komponis Ananda Sukarlan, Ratnaganadi Paramita, serta Penyair Emi Suy
Wirawan Cuanda, Pianis dan Komponis Ananda Sukarlan, Ratnaganadi Paramita, serta Penyair Emi Suy. (f/ist/Kir/Lasman)

Saya sangat apresiasi ketika karya penyair Lekra yang bahkan di dunia sastra sendiri jarang kembali dibaca atau dibacarakan justru turut diangkat dalam konser musik klasik kemarin, itu sungguh suatu upaya yang bagus untuk mengingatkan kita agar tidak lupa pada sejarah.

Sutikno W.S. yang dipenjara oleh rezim Orde Baru tanpa proses pengadilan sejak 1969 mulai menulis puisi di dalam Penjara Salemba pada 1970, di Penjara Tangerang pada 1972, dan di Pulau Buru sejak 1973, hingga akhirnya dibebaskan pada 1979.

Setelah tahun 1979, ia banyak menulis fiksi bacaan untuk anak-anak.

Bacaan Lainnya

Para Pianis Muda

Ananda juga memperkenalkan pianis muda; Vivienne Thamrin, yang melengkapi tema Hak Asasi Manusia di konser ini dengan dua karya klasik Eropa, “Sonetto 104 del Petrarca” dari Franz Liszt (Hungaria), dan bagian ketiga dari Sonata in A major dari komponis Austria, Franz Schubert. Karya Franz Liszt itu juga terinspirasi dari mahakarya Francesco Petrarca (1304-1375), sastrawan dari zaman Renaissance yang memiliki julukan “Bapak Humanisme”.

Vivienne Thamrin kelahiran Makassar, ia adalah pemenang Kompetisi Piano Nusantara 2017 (waktu itu belum ditambahkan kata “Plus”, baru sejak tahun 2024 mulai ditambahkan kata “Plus” yang mengindikasi bahwa kompetisi ini adalah untuk semua instrumen dan juga vokal klasik).

Selain itu, Vivienne juga memenangkan Juara ke-2 kategori Junior di kompetisi paling prestisius di tanah air, Ananda Sukarlan Award tahun 2018, sebelum melanjutkan kuliah beberapa tahun setelahnya ke University of British Columbia di Kanada sampai saat ini.

Di Indonesia Vivi, panggilan akrabnya, adalah murid dari pianis Dr. Edith Widayani (pemenang Ananda Sukarlan Award 2010) dan di UBC dosen pianonya adalah pianis asal Australia, David Fung.

Tahun ini ia tampil di Music Fest Perugia (Italia) setelah lulus audisi di ajang festival bergengsi ini.

Bintang tamu terakhir adalah Michael Anthony Kwok yang memainkan karya Ananda berdasarkan lagu Natal, Variations on “God Rest Ye Merry Gentlemen”.

Disabilitasnya tidak menghalangi, malah menunjang bakat musiknya yang luar biasa. Michael adalah murid piano dari Randy Ryan, salah seorang pianis terkemuka saat ini, pemenang Ananda Sukarlan Award 2012 dan lulusan Juilliard School of Music, New York serta Master of Music dari Peabody School of Music, Baltimore.

Baca berita Ayonusa.com lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *