Di tempat serupa, Boru Pardede yang merupakan korban banjir bandang mengungkapkan bencana ini menjadi yang terparah dalam beberapa dekade terakhir.
Bencana ini menghancurkan rumah-rumah, membawa material kayu, dan menyapu pepohonan dari perbukitan ke pemukiman warga.
Ia menceritakan betapa dahsyatnya banjir kali ini.
“Kalau rumahku, isinya saja yang hancur. Awalnya air kecil, terus agak besar, enggak lama kemudian pohon-pohon dari atas dan kayu roboh,” ujarnya.
Menurut Pardede, kejadian serupa pernah terjadi pada 2004, namun dampaknya tak seburuk tahun ini.
“Dari semua kejadian sejak 1985, tahun 2024 inilah yang paling parah. Sebelumnya, hanya batu-batu yang jatuh dari atas, enggak terlalu parah. Dari beberapa kali kejadian, inilah yang paling parah,” katanya.
Ia pun mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Senator asal Sumatra Utara (Sumut) Pdt. Penrad Siagian kepada mereka dengan membawa 1.000 paket bantuan.
Boru Pardede menyebut kehadiran Penrad Siagian memberi secercah harapan bagi korban. Ia pun mengungkapkan harapannya agar bantuan ini menjadi langkah awal penanganan yang lebih serius.
“Kami bersyukur atas bantuan yang diberikan. Tapi lebih dari itu, kami berharap Pdt. Penrad bisa mendorong pemerintah untuk melakukan tindakan nyata agar banjir seperti ini tidak terulang lagi,” ucap Boru Pardede.
(*/dpd)








