Rakara Residensi Cerpen 2024 Diharapkan Jadi Program Sastra Tahunan

Rakara Residensi Cerpen 2024
Rakara Residensi Cerpen 2024. (f/Fb/Damar Korong/Lasman Simanjuntak)

Sejumlah Tokoh Gapura Hadir

Pada hari pertama, pembukaan, perkenalan, dan pembekalan materi dasar cerpen.

Setelah menerima kedatangan peserta dengan titik kumpul di kantor MWC NU Gapura yang dimotori oleh Kiai Roziqi dan Oonk Sekali, digelarlah acara pembukaan di Aula Tastaman, Madrasah Nurul Anwar secara khidmat dengan MC Laila Nurdiana. Acara yang dipersiapkan dengan baik oleh Taufik Ragil, Saiful Bahri, dan tim pengajar Madrasah Nurul Anwar, seperti M. Yono, Syauqi Futaqi, Luthfi, dan lainnya.

Sejumlah tokoh Gapura hadir untuk memberikan dukungan, seperti KH. Murtadli Fadlail (Rais Syuriah MWC NU Gapura), Drs. KH. Moh. Alwi (ketua MWCNU Gapura), K. A. Ruhan (Wakil ketua MWC NU Gapura), Kiai Azhari (pengasuh Nurul Anwar), dan Bapak Rimawi (Kepala Desa Andulang) yang sekaligus membuka acara RAKARA RESIDENSI CERPEN 2024 ini.

Kegiatan ini diberi nama Rakara yang merujuk pada filosofi rakara atau daun siwalan sebagai bahan dasar anyaman yang bisa dibuat beragam bentuk kerajinan.

“Jadi, kegiatan ini diharapkan bisa seperti rakara, melahirkan banyak manfaat dalam berbagai bentuk kepada semua pihak,” tutur Abdullah Mamber dalam sambutannya sebagai ketua Lesbumi MWC NU Gapura sekaligus ketua panitia RAKARA RESIDENSI CERPEN 2024 dan Helmy Khan sebagai sekretaris.

Sementara itu, Daviatul Umam, selaku ketua Komunitas Damar Korong menjelaskan bahwa tahun ini panitia sengaja mengambil tema cerpen.

“sedangkan tahun 2025 insya-Allah akan bertema puisi se-Jawa Timur yang rencananya akan berpusat di Pulau Oksigen, Giliyang, Sumenep,” ungkapnya.

Sementara itu, Ibnatul Khairah, Wafiqatul Jamilah, dan Imroatul Hasanah selaku tim heroik anti-kelaparan mondar-mandir membagikan kotak-kotak cokelat berisi kue dan nasi.

Setelah acara pembukaan, kegiatan pun berlangsung dengan pembekalan dua materi dasar, yaitu Materi I Penelitian Sastra yang menghadirkan tiga orang narasumber: Dr. Achdiar Redy Setiawan (Universitar Trunojoyo) Metode Riset dan Wawancara: Dari Data ke Karya; Matroni Muserang, M.Hum. (STKIP PGRI Sumenep) Filsafat dalam Sastra, Studi Kasus Cerpen; Siswanto, M.A. (Universitar Jember) “Etnografi Cerpen” dengan moderator Elmiyatus Sholehah.

Berlanjut dengan Materi II Penulisan Cerpen dengan tiga pembicara: Khairul Umam (Dosen dan penulis kumcer Bisikan Tanah) “Motivasi Menulis Cerpen; A. Warits Rovi (Cerpenis dan Penulis kumcer: Dukun Carok & Tongkat Kayu) Menemukan Dan Mengolah Tema Lokalitas dalam Cerpen; dan Bernando J. Sujibto (Dosen dan cerpenis tinggal di Yogyakarta) Plot dan Penokohan dalam Cerpen dengan Siti Aina Fatussunna sebagai moderator.

Baca berita Ayonusa.com lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *