Dalam acara RTL tersebut, ada lima (5) poin perjanjian yang dibuat antara peserta dan panitia sebagai bagian dari pendampingan kegiatan berkelanjutan selama dua bulan ke depan, yakni (1) peserta diminta menyelesaikan draf cerpen dalam seminggu ke depan; (2) kemudian menyetorkan karya cerpennya kepada mentor masing-masing untuk proses evaluasi; (3) Setelah proses evaluasi, peserta diminta untuk merevisi cerpen yang dibuat; (4) Mengirimkannya kepada media massa sesuai karakteristik cerpen berdasarkan arahan mentor masing-masing; (5) Enam minggu depan, peserta diminta untuk mengirimkan cerpen masing-masing (baik yang dimuat media atau tidak) kepada panitia untuk diterbitkan menjadi buku Antologi Cerpen RAKARA RESIDENSI CERPEN 2024.
Selanjutnya, dengan duet maut pewara: Zainul Hasan (pemilik senyum saranghaeyo) dan Siti Aina Fatussunna (dengan senyum bunga Bintaro) membuka acara penutupan di bawah mendung tebal yang tak sampai menjadi hujan.
Pada acara yang diberi tajuk Tatengghun ini menampilkan pembacaan monolog Rumah Bersalin oleh Saifullah Kalangka (seniman dan alumnus STSI Bandung), pembacaan puisi oleh Asadi Rahman (Deklamator dan Juara Baca Puisi Tingkat Nasional Piala HB Jassin 2023), pesan dan kesan perwakilan peserta, dua pertunjukan teater berjudul “Diagnosis” (karya Saifullah Kalangka) oleh Sanggar Conglet Al-Inam dan “Kau Terjebak dalam Kota Besi II (karya Mahendra Cipta) oleh Language Theatre Indonesia.
Terakhir, acara ditutup dengan sambutan dan apresiasi luar biasa oleh Kiai Azhari (Pengasuh Nurul Anwar).
Dalam sambutannya, beliau merasa bersyukur dan setengah tidak percaya Madrasah Nurul Anwar yang kecil dan letaknya di atas bukit ini bisa menjadi lokasi acara sastra se-Madura.
“Entah ini apa, atau barangkali karena dulu saat kami merintis awal madrasah ini dan melakukan dakwah ke masyarakat juga menggunakan media drama dan selawat, pungkasnya dengan senyum lebar.
Acara RAKARA RESIDENSI CERPEN 2024 pun purna.
Kontributor : Lasman Simanjuntak
(*)








