Payakumbuh— Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Demokrat periode 2024–2029, Hj. Aida,serap aspirasi dan sekaligus melakukan kunjungan silaturahmi serta berdialog bersama sejumlah kelompok tani dan organisasi kemasyarakatan di Kelurahan Tigo Koto Dibaruah, Kecamatan Payakumbuh Utara,baru-baru ini.
Kegiatan yang berlangsung di kawasan Nankodok tersebut dihadiri oleh kelompok Tani Alang Laweh, Kosiak Barokah, Sintuar, serta Jema’ah Yasin Arsyad.Terlihat juga masing-masing ketua kelompok turut hadir, di antaranya Samsawir selaku Ketua Kelompok Tani Alang Laweh dan Itok sebagai Ketua Kelompok Tani Kosiak Barokah.
Dalam pertemuan tersebut, Hj. Aida dalam sambutan nya,ia menyoroti berbagai persoalan krusial yang masih dihadapi petani, terutama terkait irigasi pertanian dan distribusi bantuan pertanian,diri nya menegaskan pentingnya peran organisasi tani sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyampaikan aspirasi petani secara langsung dan terstruktur.
“Persoalan irigasi dan bantuan pertanian masih menjadi keluhan utama petani. Sebagai anggota dewan, kami ditugaskan untuk menjadi mata dan telinga masyarakat di daerah, terutama dalam mendukung agenda besar pemerintah terkait swasembada pangan,”kata Hj. Aida.
Hj.Aida menambahkan bahwa swasembada pangan merupakan salah satu program prioritas nasional yang membutuhkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, khususnya petani di tingkat akar rumput.
“Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya konsolidasi dan penguatan jaringan petani, sekaligus sarana menyerap aspirasi langsung dari lapangan terkait tantangan produksi dan pengelolaan pertanian,”sebutnya.
Sementara itu ketua kelompok Tani Alang Laweh, Samsawir, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Hj. Aida yang dinilainya sangat bermanfaat bagi kelompok tani.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kehadiran Ibu Hj. Aida yang telah duduk bersama kami. Kunjungan ini memberikan harapan besar bagi kelompok kami. Kami berharap beliau terus memperjuangkan kepentingan masyarakat di DPRD Provinsi,”harapnya.
Hal yang sama disampaikan ketua kelompok Tani Sintuar, Iskandar, yang mengatakan kondisi irigasi di wilayah Tigo Koto Dibaruah yang masih bergantung pada air hujan. Ia menyebutkan bahwa wilayah Nankodok berada di ujung aliran irigasi sekunder, dengan sumber air utama berasal dari Sungai Beringin.
“Iskandar berharap persoalan irigasi ini dapat menjadi perhatian serius ke depan. Melalui silaturahmi ini, kami optimistis akan ada solusi konkret dari pemerintah provinsi,”ucapnya.
Ketua kelompok Tani Kosiak Barokah, Itok, mengapresiasi kehadiran Hj. Aida yang dinilai mampu memberikan motivasi dan pendampingan kepada petani.
“Kehadiran Ibu Hj. Aida sangat memotivasi kami. Tidak hanya dalam budidaya cabai, tetapi juga komoditas lain seperti jagung, mentimun, dan padi. Bimbingan beliau sangat berarti bagi kami,”ungkapnya singkat saja.
Terpisah,ketua Jema’ah Yasin Arsyad, Murniati,juga menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada para jema’ah,serta apresiasi atas perhatian dan bantuan yang pernah diberikan Hj. Aida pada tahun 2023.
“Pihak nya mengucapkan terima kasih atas kontribusi Ibu Hj. Aida. Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal ibadah yang terus mengalir pahalanya,”sebut Murniati.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan yasinan menjadi wadah untuk memperkuat keimanan dan kebersamaan masyarakat dalam mewujudkan Tigo Koto Dibaruah yang religius dan berdaya,”tutupnya.
Menutup rangkaian kegiatan, Hj. Aida mengapresiasi peran aktif kaum ibu dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual masyarakat.
“Kami sangat menghargai kepedulian ibu-ibu dalam menjaga kebersamaan warga. Semoga kegiatan yasinan ini terus mempererat silaturahmi dan menjadi ruang aspirasi demi perbaikan kehidupan masyarakat,”harap Hj. Aida.(Yud)








