Selanjutnya,SETKAB Ida menjelaskan bahwa forum hari itu merupakan bagian dari serangkaian kegiatan terkait peningkatan produksi daging ruminansia menuju Swasembada daging nasional.
“Hasil dari kegiatan ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang akan disampaikan kepada Presiden terpilih untuk kelanjutan ke depan. Beberapa poin penting yang menjadi catatan akan disampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait untuk langkah-langkah menuju Swasembada daging nasional.”
Drh. Pujo Setiyo Asdep Pengembangan Agribisnis peternakan dan perikanan menyoroti perlunya akselerasi dalam peningkatan produksi daging.
“Akselerasi ini harus didukung dengan strategi intensitas dan jenis sapi yang sesuai dengan kebutuhan, serta mempercepat peningkatan produksi sapi potong. Kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, BUMN, dan pemerintah daerah sangat penting untuk menggeser pola peternakan dari tradisional menjadi komersial,” katanya.
Terakhir, Drh. Agung Suganda dari Kementerian Pertanian menekankan fokus kebijakan program peningkatan produksi daging ruminansia secara nasional.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan populasi dan produksi daging ruminansia di tingkat nasional, dengan kolaborasi antara pelaku usaha dan akademisi untuk menyusun rekomendasi kepada Presiden terpilih demi kelanjutan program ini dalam pemerintahan berikutnya.
Langkah konkret menuju Swasembada daging nasional sangat penting, dengan peningkatan produksi dalam negeri sebagai fokus utama untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.
Untuk diketahui, tahun ini BBIB Singosari telah ditargetkan memproduksi total 50.000 dosis, sedangkan untuk kebutuhan Nasional BBIB Singosari telah mengkover sekitar 54 sampai 60 persen kebutuhan Nasional.
(Rmn)







