Ayonusa.com — Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muzli M. Nur, menegaskan komitmennya untuk mengawal anggaran rehabilitasi ruas jalan Padang Sawah–Kumpulan (P.068) di Kabupaten Pasaman yang mencapai Rp14,04 miliar.
Anggaran yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) tersebut diharapkan mampu memperbaiki sejumlah titik kerusakan parah pada ruas jalan strategis yang selama ini menjadi jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi ekonomi di wilayah utara Sumbar.
“Jalan ini sudah kita tinjau langsung. Kami di Komisi IV DPRD Sumbar akan mengawal alokasi anggaran yang bersumber dari TKD ini agar pelaksanaannya berjalan maksimal. Tahun 2027 pengerjaan harus sudah dilaksanakan, terutama pada titik-titik kerusakan terparah,” ujar Muzli saat diwawancarai, Senin (25/5).
Politisi yang juga wakil rakyat dari daerah pemilihan Pasaman dan Pasaman Barat tersebut menjelaskan, kondisi ruas jalan Padang Sawah–Kumpulan mengalami penurunan kualitas signifikan setelah terdampak bencana hidrometeorologi dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, hasil kajian lapangan menunjukkan hanya sekitar 60 persen kondisi jalan yang masih dinilai layak dilalui secara optimal.
“Pasca bencana, banyak titik mengalami kerusakan serius. Karena itu Komisi IV bersama Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Sumbar telah melakukan kajian secara komprehensif, mulai dari tingkat kerusakan hingga kebutuhan anggaran rehabilitasi,” katanya.
Ruas jalan Padang Sawah–Kumpulan (P.068) sendiri merupakan jalan provinsi yang berada di Kabupaten Pasaman dan menghubungkan kawasan Padang Sawah di Kecamatan Rao dengan wilayah Kumpulan di Kecamatan Bonjol.
Jalur tersebut memiliki peran strategis karena menjadi akses penghubung antarwilayah di bagian utara Sumbar, sekaligus menopang aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga jalur transportasi menuju kawasan perbatasan Sumbar dan Sumatera Utara (Sumut).
Selama beberapa tahun terakhir, sejumlah titik di ruas jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah akibat tingginya curah hujan, kondisi geografis berbukit, serta tingginya intensitas kendaraan angkutan barang yang melintas setiap hari.
Kondisi itu tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan dan memperlambat akses pelayanan dasar masyarakat di wilayah tersebut.
Karena itu, Muzli menilai rehabilitasi jalan Padang Sawah–Kumpulan harus menjadi prioritas pemerintah daerah dalam upaya memperkuat konektivitas wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Pasaman.
“Kita berharap rehabilitasi ini nantinya benar-benar memberi dampak langsung bagi masyarakat, terutama memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan,” tutupnya. (*)







